September 8, 2026

Media Terpercaya

Ditpam BP Batam Beralih di Bawah Pengawasan Deputi Pelayanan Umum

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – BP Batam menempatkan Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan (Ditpam) di bawah koordinasi Deputi Bidang Pelayanan Umum. Penyesuaian struktur ini menandai penguatan keterkaitan fungsi pengamanan aset dengan pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab BP Batam.

Perubahan tersebut resmi berlaku melalui Peraturan Kepala BP Batam Nomor 3 Tahun 2026 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Organisasi di Bawah Anggota/Deputi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Penyerahan Ditpam dari Deputi Bidang Infrastruktur kepada Deputi Bidang Pelayanan Umum ditandai melalui apel di Markas Komando Ditpam BP Batam, Senin (15/6/2026).

Melalui aturan baru itu, Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan tidak lagi berada dalam pembinaan Deputi Bidang Infrastruktur. Fungsi tersebut beralih ke Deputi Bidang Pelayanan Umum sebagai bagian dari penyesuaian organisasi di lingkungan BP Batam.

Perubahan struktur tersebut berkaitan dengan tugas Ditpam yang mengamankan berbagai aset strategis milik BP Batam. Aset itu mencakup bandara, pelabuhan, rumah sakit, kawasan industri, dan fasilitas lain yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik serta aktivitas ekonomi di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Ditpam yang selama ini bertugas menjaga aset dan kawasan BP Batam.

“Saya harap kita tetap bersinergi, kompak, dan semangat dalam membangun Batam sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” ujar Mouris.

Menurut Mouris, pengamanan aset merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, koordinasi antarsatuan kerja tetap diperlukan meski terjadi perubahan struktur organisasi.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menyatakan perubahan pembinaan Ditpam menjadi tanggung jawab baru yang berkaitan erat dengan pengelolaan aset publik milik BP Batam.

Berita lainnya  Terminal Ferry Internasional Batam Center Layani 23 Ribu Penumpang Pasca Pengelolaan oleh PT MNB

“Ditpam memiliki peran penting dalam melindungi aset-aset BP Batam,” kata Ariastuty.

Menurut Ariastuty, keberadaan Ditpam tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Pengamanan aset juga menjadi faktor pendukung keberlangsungan layanan publik yang disediakan BP Batam.

Karena itu, ia meminta seluruh personel terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Fokus pengamanan mencakup sejumlah aset vital seperti Bandara Internasional Hang Nadim, rumah sakit, kawasan pelabuhan, serta aset strategis lainnya.

Perubahan struktur organisasi ini menunjukkan upaya BP Batam menyelaraskan fungsi pengamanan dengan pelayanan publik. Pengamanan aset diposisikan bukan semata sebagai fungsi penjagaan, melainkan bagian dari sistem yang mendukung operasional layanan dan kegiatan ekonomi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.

BP Batam berharap penyesuaian organisasi tersebut memperkuat koordinasi internal, meningkatkan respons pengamanan aset, serta menjaga keberlangsungan pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab lembaga itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.