September 8, 2026

Media Terpercaya

Presiden Prabowo Beri Apresiasi Khusus untuk Batam, Ini yang Dilaporkan Amsakar dan Li Claudia

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, didampingi Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, serta Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, berkesempatan menghadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa, (7/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Li Claudia Chandra menyampaikan laporan terkait berbagai capaian pembangunan yang telah dilaksanakan, program yang sedang berjalan, hingga rencana pembangunan ke depan untuk mendorong Batam menjadi kota yang semakin maju, modern, dan berdaya saing.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Li Claudia Chandra mengungkapkan bahwa pihaknya memaparkan secara langsung perkembangan pembangunan Batam kepada Presiden.

“Kami menyampaikan laporan mengenai berbagai capaian pembangunan yang telah dikerjakan di Kota Batam, program-program yang sedang berjalan, serta rencana pembangunan yang akan terus kami laksanakan demi mewujudkan Batam yang semakin maju, modern, dan berdaya saing,” tulis Li Claudia.

Menurut Li Claudia, Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap perkembangan dan laju pembangunan Kota Batam yang dinilai berjalan dengan sangat baik.

“Kami sangat bersyukur Bapak Presiden memberikan apresiasi atas perkembangan dan laju pembangunan Kota Batam yang dinilai berjalan dengan sangat baik. Apresiasi, arahan, dan semangat yang beliau berikan menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam akan terus menjaga amanah tersebut melalui kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen untuk memperkuat posisi Batam sebagai gerbang investasi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan terhadap pembangunan Batam.

Berita lainnya  Efisiensi Belanja Jadi Momentum Dalam Pembangunan Kota Batam

“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar setiap langkah yang kami lakukan senantiasa diberi kemudahan dan membawa manfaat bagi Kota Batam, kota yang sama-sama kita cintai,” pungkasnya. (r/rml008)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.