September 9, 2026

Media Terpercaya

Komisi I DPRD Provinsi Kepri Melakukan Kunker ke UPT BKN Batam

2 min read

Tanjungpinang, Nusantaratoday.net || Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN Batam. Kunjungan itu dilakukan untuk mengecek kesiapan UPT BKN Batam dalam penyelenggaraan seleksi calon dan kompetensi Kepegawaian.

“Ini kunjungan saya yang ke dua kalinya ke sini. Inikan lembaga Badan Kepegawaian Pusat instansi vertikal yang ditempatkan di Batam dalam bentuk UPT,” sebut Anggota DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar, pada Jumat (2/3/2024).

Lanjut Taba, UPT ini merupakan tempat penyelenggaraan Seleksi Calon dan Kompetensi Kepegawaian. Di antaranya seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ujian kompetensi pegawai negeri sipil dan ujian kedinasan.

“Walaupun di sini masih UPT, tapi sudah banyak menyelenggarakan ujian kompetensi. Kita sudah sangat terbantu dengan adanya UPT ini, apalagi sekarang sistem ujiannya online menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test),” katanya.

Dalam kunjungan itu, pihaknya juga meminta agar membantu honorer yang PPPK untuk melangsungkan ujian secara online. Mengingat ada yang masih belum fasih menggunakan teknologi.

“Ternyata terjawab tadi, ada Try Outnya. BKD juga menyelenggarakan Bimbel untuk belajar. BKD juga memiliki aplikasi khusus,” ujarnya.

Lebih lanjut, aplikasi tersebut yang memuat data lengkap tentang kepegawaian. Mulai dari kualifikasinya, kompetensinya, pengalaman kerjanya.

“Sehingga PNS tak pengaruh dengan persoalan politik. Kepala Daerah tak bisa sembarangan sewenang-wenang memutasi orang. Kalau tak sesuai dengan kemampuan teknisnya,” kata Taba.

Dalam kunjungan itu, Komisi I disambut oleh Kepala Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai ASN Batam, Imamuddin. Komisi I DPRD Provinsi meninjau alur seleksi CPNS itu seperti apa.

“Kami ingin mengetahui, bagaimana kesiapan UPT untuk pelaksanaan seleksi tahun 2024 ini. Apa-apa saja kekuatan dan sarana prasarana kemudian alur seleksinya. Direncanakan 2024 ini akan ada perekrutan CPNS,” ungkapnya.

Berita lainnya  DPRD Kepri Resmikan Dewan Pengganti Antar Waktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.