September 7, 2026

Media Terpercaya

DPRD Kepri Sudah Dilantik, Siapa Saja yang Lolos?

1 min read

Oplus_131072

Tanjungpinang, Nusantaratoday.net – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru saja menyambut para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang terpilih Periode 2024-2029 dari berbagai daerah pemilihan (dapil) dalam Pemilihan Umum Legislatif.

Berikut adalah daftar lengkap nama-nama yang berhasil lolos, mewakili suara rakyat dari setiap dapil :

Teddy Jun Askara – Partai Golkar. Bobby Jayanyo – Partai Nasdem. Ismiyati – PKS. Clara Claudia Damayu Lase – Partai Gerindra. Rudy Chua – Partai Hanura. Dewi Kumalasari – Partai Golkar. Khazalik – Partai Nasdem. Muhamad Najib – Partai Gerindra. Harlianto – Partai Demokrat. Hanafi Ekra – PKS. Aziz Martindaz – Partai Golkar. Hj Rohani – Partai Golkar. Ery Suandi – PDIP. Zaizulfikar – Partai Gerindra. Muhammad Taufiq – PKS. Jusrizal – Partai Nasdem. Agustian – Partai Golkar. Suhadi – Partai Nasdem. Nyanyang Haris Pratamura – Partai Gerindra. Sahat Sianturi – PDIP. Asmin Patros – Partai Golkar. Bahktiar – PKS. Mesrawati – Partai Demokrat. Aman – PKB. Edward Brando – PAN. Lik Khai – Partai Nasdem. Andi S. Mukhtar – Partai Gerindra. Iman Sutiawan – Partai Gerindra. Muhammad Said Ridho – PKS. Muhammad Musofa – Partai Nasdem. Jumaga Nadeak – PDIP. Capt. Luther Jansen – Partai Gerindra. Tumpal Ari Mangasi Pasaribu. Suigwan – PKB. Onward Siahaan – PSI. Zainal Abidin – Partai Golkar. Sumali – Partai Demokrat. Ririn Warsiti – Partai Gerindra. Afrizal Dachlan – Partai Nasdem. Wahyu Wahyudin – PKS. Saproni – PDI-P. Taba Iskandar – Partai Golkar. Marzuki – Partai Gerindra. Mustamin Bakri – Partai Golkar. Daeng Amhar – PAN.

Dengan terpilihnya anggota-anggota dewan baru ini, diharapkan mereka bisa membawa aspirasi rakyat Kepulauan Riau menuju perubahan yang lebih baik. Setiap nama di atas membawa harapan masyarakat yang mempercayakan suaranya untuk masa depan provinsi ini.(red)

Berita lainnya  DPRD Kepri Resmikan Dewan Pengganti Antar Waktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.