September 7, 2026

Media Terpercaya

Tiga Poin Penting Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri dalam Pandangan Doktor Politik Unri

3 min read

TANJUNGPINANG, Nusantaratoday.net – Ada pelajaran penting yang dapat ditarik dari agenda Rapat Paripurna Masa Sidang ke-2 tahun anggaran 2024 DPRD Provinsi Kepri di Ruang Balairung Wan Seri Beni Pusat Perkantoran Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin, 29 Mei 2024 lalu.

Paripurna tersebut, berisi agenda jawaban pemerintah Provinsi Kepri terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepri terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri tahun anggaran 2023.

Kemudian, dilanjutkan dengan Jawaban Pemerintah Provinsi Kepri terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepri terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025-2045.

Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak itu dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Kepri Hj. Marlin Agustina dan para Kepala Perangkat/Wakil dari OPD Provinsi Kepri.

Dalam Paripurna tersebut, Wagub Kepri Hj. Marlin Agustina menyampaikan Jawaban Pemerintah Provinsi Kepri atas Pemandangan Umum dari Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang telah diparipurnakan pada 27 Mei 2024 lalu. Juga, menyampaikan terimakasih atas apresiasi fraksi-fraksi terhadap capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-14 kali berturut-turut dari BPK atas laporan keuangan.

Lalu, Hj. Marlin Agustina menanggapi pemandangan umum terkait efektivitas realisasi anggaran terhadap kinerja pemerintah, khususnya dalam upaya pencapaian target-target utama pembangunan maupun kaitannya dalam mengatasi isu-isu strategis pembangunan. Dan, efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran. Terutama dalam program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagaimana yang disampaikan oleh Fraksi Partai PDI-Perjuangan dan PKS, dapat kami sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam proses penganggaran terus berupaya memperhatikan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan suatu program kegiatan. Evaluasi diperlukan agar program-program yang dilaksanakan sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan dan memberikan dampak serta hasil yang dapat dirasakan masyarakat sehingga output dari kegiatan tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” papar Marlin.

Berita lainnya  DPRD Kepri Sudah Dilantik, Siapa Saja yang Lolos?

Hj. Marlin Agustina atas nama Pemerintah Provinsi Kepri juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Fraksi-Fraksi DPRD yang sebelumnya telah menyampaikan pandangan umum terhadap Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kepri tahun 2025-2045.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Fraksi PKS atas pandangan dan tanggapannya dan akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen RPJPD ini sebagaimana tercantum dalam tiga misi, yaitu mewujudkan transformasi tata kelola menuju pemerintahan yang baik, kolaboratif, dan modern,” lanjut Marlin.

Setidaknya, ada tiga poin penting dalam pandangan dosen Prodi Doktor Administrasi Publik Universitas Riau (Unri) Pekanbaru Dr. Muchid Albintani dari agenda Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri tersebut. Pertama, ini adalah sebuah pembelajaran penting bagi siapa pun yang memutuskan terjun ke panggung politik. Yakni pasangan yang telah dipilih saat mendaftarkan diri sebagai kepala daerah dan wakil, akhirnya tidak lagi bergandengan tangan setelah pelantikan.

Kedua, bagi Hj. Marlin Agustina, Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri tersebut menjadi ajang pembuktian. Yaitu, pembuktikan sebagai tokoh perempuan yang telah mendapat amanah masyarakat Provinsi Kepri menjadi Wakil Gubernur Provinsi Kepri, mampu dan sanggup mempertanggungjawabkan anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan dan jalannya roda pemerintah Provinsi Kepri tahun 2023.

“Ternyata, Marlin berhasil menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan anggaran belanja Provinsi Kepri tahun 2023. Meskipun publik di Provinsi Kepri mengetahui, bahwa selama ini roda pemerintahan Provinsi Kepri dikendalikan sepenuhnya oleh Gubernur Kepri, sedangkan Marlin nyaris seperti terpinggirkan,” ujar mantan koresponden majalah Tempo di Malaysia itu.

Ketiga, Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri tersebut merupakan sebuah momentum ujian kesabaran bagi Hj. Marlin Agustina sebagai seorang politisi perempuan. Artinya, walaupun tidak diberi peran yang cukup dalam pemerintahan, tetapi tetap sabar dan terus menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil Gubernur.

Berita lainnya  DPRD Kepri Resmikan Dewan Pengganti Antar Waktu

“Bermodalkan kesabaran tersebut akan mengantarkan Marlin menjadi seorang kepala daerah, walaupun di wilayah yang lebih kecil berbanding luasnya pemerintahan Provinsi Kepri,” jelas Muchid Albintani. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.