September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Gelar Forum Maritim Indonesia – Denmark

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net ||  Wan Darussalam, anggota bidang pengusahaan BP Batam, mengatakan  Bisnis Forum Maritim: Indonesia-Denmark, Business Conference: Danish-Indonesian Stakeholders, “In the Heart of Shipbuilding: Discovering Batam Shipyards & Denmark Green Shipping Solutions, membangun trust bagi investor di Kota Batam. Forum ini membangun hubungan yang baik antara Denmark dan Indonesia di Kota Batam, Provinsi Kepri.

“Forum ini memupuk hubungan yang baik antara Indonesia dan Denmark di Kota Batam. Batam salah satu wilayah maritim. Karena itu, sejak awal Batam didesain untuk Industri Shipyard, Tourism, dan Industri Jasa,” ujar Wan Darussalam dalam jumpa persnya dengan awak media di Radisson Hotel Batam didampingi Y.M. Tn. Sten Frimodt Nielsen, Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Denmark untuk Republik Indonesia; dan Dr. Hartanto, Director of Shipping Affairs, Directorate General of Sea Transportation.Rabu (17/4/2024) pagi.

Selanjutnya, dia menyatakan bahwa investor yang akan berinvestasi dan berusaha di Kota Batam akan dipercaya karena ada kerjasama Denmark-Indonesia. Dia mendorong agar Para pemimpin daerah dari Pemko Batam dan BP Batam semakin termotivasi untuk meningkatkan bidang kemaritiman. Singkatnya, dia menyatakan bahwa hal ini akan menciptakan suasana baru di dunia kemaritiman di Kota Batam.

Sementara itu, Y.M. Tn. Sten Frimodt Nielsen, Duta Besar LBBP Designate Resident Kerajaan Denmark untuk Republik Indonesia, menyatakan bahwa Batam memiliki lokasi kemaritiman yang sangat strategis, karena kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak.

“Kota Batam sangat bagus dalam hal pengembangan Industri Ship Building dan sudah memenuhi ekspektasi kami, jadi kami sangat antusias dan bersemangat untuk berinvestasi di Batam. Berinvetasi di Batam juga sama sama menguntungkan kedua belah pihak,”imbuhnya

Berita lainnya  BP Batam Dorong Peningkatan Kompetensi Pegawai, Ciptakan Birokrasi Adaptif dan Responsif

Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan perhatian yang diberikan oleh masing-masing pihak, yang menghasilkan kerja sama yang sangat baik. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak untuk kerja sama yang luar biasa. Kami berharap semuanya berjalan dengan baik kedepannya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, lokasi Batam sangat menguntungkan industri maritim karena berada di seberang Selat Malaka, jalur pelayaran yang sangat sibuk. Bahkan ada lebih dari 135 perusahaan galangan kapal di Batam, yang merupakan 50% dari seluruh perusahaan galangan kapal di Indonesia.

Wan Darussalam, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, menambahkan, bahwa saat ini Batam merupakan surga bagi industri maritim yang berkembang pesat. Dengan demikian, perekonomian Batam akan tumbuh sebesar 7,04 persen pada tahun 2023, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,05%.

Menurutnya, meskipun tugasnya sulit, pertumbuhan ekonomi yang positif ini dapat dicapai berkat kerja keras dan persatuan seluruh pemangku kepentingan Batam.  Singapura akan menjadi investor terbesar pada tahun 2023 dengan investasi asing sebesar 595 juta dolar dan investasi dalam negeri sebesar 459 juta dolar.

Selain itu, menurut data badan statistik Batam, ekspor akan mencapai 14,6 miliar dolar pada tahun 2023, sedangkan impor akan mencapai 13,8 miliar dolar.

Sangat jelas bahwa lingkungan investasi yang baik sangat menguntungkan para investor. Oleh karena itu, BP Batam telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk memperlancar kegiatan usaha dan investasi. Mulai dari bandara, pelabuhan, fasilitas kesehatan, hingga infrastruktur jalan,”tutupnya (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.