September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Resmikan Lapangan Mini Soccer Berstandar FIFA

2 min read

Batam, Nusantaratoday.Net – ⁠Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) meresmikan Lapangan Mini Soccer BIFZA 1 yang berlokasi di Patam Lestari, Sekupang, pada Sabtu (19/10/2024) pagi.

⁠Fasilitas yang dikelola oleh Koperasi Karyawan BP Batam ini diresmikan oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan.

Dalam kesempatan tersebut, Binsar mengatakan BP Batam menyambut baik kehadiran lapangan mini soccer ini, mengingat Sekupang merupakan salah satu kawasan destinasi wisata dan olahraga, mulai dari Tama Kolam Sekupang, Taman Rusa Sekupang, dan lapangan tenis.

“Keempat fasilitas wisata dan olahraga tersebut disatukan dalam jalur pesepeda sepanjang 3,5 kilometer. Ini menjadi satu-kesatuan yang baik dan memberikan pilihan tak terbatas kepada masyarakat untuk berolahraga,” ujar Binsar.

Lapangan mini soccer BIFZA 1 merupakan satu dari dua aset yang dikerja samakan dengan Koperasi Karyawan BP Batam.

“Yang kami kerja samakan ada dua lapangan, BIFZA 1 dan 2. Untuk BIFZA 2 sendiri berlokasi di area rumah susun Batu Ampar,” jelas Binsar.

Meski Kota Batam adalah kota industri, menurutnya akan sangat ideal bila dilengkapi dengan sarana olahraga yang memadai agar kebutuhan rekreasi dapat terakomodir, yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Sukses selalu untuk Koperasi Karyawan BP Batam. Semoga pengelolaan kedua lapangan ini berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Batam,” harap Binsar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Koperasi Karyawan BP Batam, Chandra Syamsir menjelaskan dua keunggulan utama lapangan mini soccer berukuran 30 x 50 meter ini.

Pertama, rumput yang digunakan sesuai dengan standard FIFA. Kemudian lapangan ini memiliki pencahayaan yang sangat baik, sehingga tidak menciptakan bayangan saat digunakan pada malam hari.

Poin plus lainnya adalah lapangan ini beroperasi selama 24 jam, dengan tiga pilihan paket tarif yaitu paket reguler, paket 4 jam, dan paket 8 jam.

Berita lainnya  Kepala BP Batam Amsakar Achmad Gagas Pembangunan `New Nagoya`

“Dari segi harga juga sangat bersaing mulai dari Rp250.000,- per jam hari Senin sampai Jumat, dan Rp300.000,- saat akhir pekan,” kata Chandra.

Ia juga menambahkan, pihaknya memberikan potongan harga sebesar Rp50.000,- khusus pelajar pada hari Senin s.d. Jumat.

Selain itu, juga tersedia promo potongan harga sebesar 10 persen sampai akhir bulan November mendatang.

Untuk reservasi atau informasi lebih lanjut dapat hubungi nara hubung An. Anes Tampu (08127030019) atau Dimas (089601663182).

Prosesi seremoni kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita dan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas diresmikannya lapangan mini soccer BIFZA 1 ini.

Keseruan kegiatan peresmian tersebut semakin semarak dengan pertandingan Fun Match Mini Soccer antara para pejabat BP Batam melawan pimpinan perbankan, yang berakhir seri dengan skor 1-1.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan turnamen mini soccer yang diikuti oleh 13 tim dari sektor perbankan yang merupakan mitra kerja BP Batam.( Humas BP/Sht007 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.