September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Keuangan BLU

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net –  ⁠Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan Negara Bagi Pejabat Non Keuangan, pada Kamis (13/2/2025).

Pertemuan ini dibuka oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, melalui aplikasi zoom, dan diikuti oleh seluruh Pejabat Tingkat 2 di lingkungan BP Batam di Marketing Center BP Batam.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kepri, Wahidin; Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Batam, Ahmad Wiyoso; dan Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I C Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kepri, Komang Ayu Kumaradewi.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis dan Jumat, pada tanggal 13 s.d. 14 Februari 2025, dengan pokok pembahasan mengenai perencanaan hingga pelaksanaan pengelolaan keuangan pada Badan Layanan Umum (BLU).

Dalam sambutannya, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain mengatakan, pelatihan ini dinilai penting karena BP Batam menggunakan skema pengelolaan keuangan BLU yang memiliki kekhasan yang harus dipelajari bersama.

“Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaannya, pelaporan, sampai pertanggungjawabannya harus kita pelajari,” ujar Alex.

Selain itu, menurutnya, pelatihan ini dapat menjadi solusi atas tantangan yang dihadapi para pejabat dalam pengambilan keputusan.

“Sejatinya skema pengelolaan keuangan BLU ini memudahkan kita, terutama pada kondisi keuangan  saat ini yang sangat dinamis. Jadi silahkan disimak penjelasan dari narasumber sebaik-baiknya sepanjang dua hari pelatihan. Jangan sungkan bertanya,” kata Alex menyarankan.

Hal ini ditanggapi dengan baik oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kepri, Wahidin.

Ia menyatakan apreasiasinya atas inisiasi BP Batam untuk melakukan pelatihan ini, meski menurutnya BP Batam sudah cukup mumpuni dalam mengelola dari sisi teknis maupun keuangan BLU.

Berita lainnya  BP Batam Dorong Peningkatan Kompetensi Pegawai, Ciptakan Birokrasi Adaptif dan Responsif

“Di samping meningkatkan sinergi dan kerja sama, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang diskusi terkait pengelolaan keuangan BLU yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Pelatihan ini berjalan dengan interaktif, dimana masing-masing Pejabat Tingkat 2 di lingkungan BP Batam secara aktif berbagi pandangan dan permasalahan yang terjadi di unit kerja masing-masing.(rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.