September 10, 2026

Media Terpercaya

Orang Tua Murid Tidak Terima Dengan Pemberitaan Yang Menyudutkan Kepala Sekolah SMPN 26 Batam

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.Net – Orang tua/ Wali Murid menyangkal dan tidak terima adanya pemberitaan di media online “detik24jam.com”  yang berjudul,, ” dugaan kuat  korupsi, pungli dan Diskriminasi” oleh Kepala Sekolah SMPN 26.

Dalam hal ini saya “Sahat Simamora” sebagai Orang tua murid kelas 9 sangat menyayangkan adanya pemberitaan tidak sesuai Fakta yang sebenarnya dan tidak terima Kepala Sekolah SMPN 26.

Saya juga sebagai pekerja kuli tinta sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Apa yang di tuduhkan media detik24jam.com tentang adanya Pungli di SMPN 26, tidak ada benarnya sebab selama anak saya di SMPN 26 tidak pernah di mintai uang yang tidak sesuai dengan aturan dinas pendidikan dan Kami orang tua /wali murid tidak pernah di pungut biaya apapun apalagi itu pungli.

Dalam hal penggunaan dana BOS, “Kepala sekolah Zefmon”  menegaskan, bahwa laporan realisasi dana BOS telah disampaikan ke Pemerintah Daerah sesuai regulasi.
Tudingan pungutan liar untuk pembangunan musala, ” Zepmon mengatakan, pembangunan musala menjadi tanggung jawab Ketua RW setempat, bukan sekolah.

Masalah denda bila buku perpustakaan hilang, menurut saya hal yang wajar di berikan sanksi denda, agar ada disiplin dan pemeliharaan serta pertanggung jawaban siswa terhadap buku yang di pinjamkan,, apabila buku yang di pinjamkan tidak di jaga atau hilang maka dari mana sekolah bisa mengganti buku tersebut kalau tidak di buat aturan denda.

Diskriminasi guru honorer, Zefmon menyangkal tuduhan bahwa guru honorer tidak diberi jam mengajar. Ia menegaskan bahwa ketidaklulusan PPPK disebabkan ketidaksesuaian kompetensi, bukan kebijakan sekolah.
Saya,”Sahat Simamora sebagai perwakilan orang tua/wali murid meminta dan menyarankan agar para Wartawan ( Kuli tinta ) dapat bekerja sesuai dengan kode etik Wartawan dalam membuat berita yang  positif kepada Publik ( Masyarakat ) sehingga pemberitaan tersebut dapat di pertanggung jawabkan,
Dalam pemberitaan,, Media harus memiliki azas praduga tak bersalah, bukan langsung menuduh dan memfonis seseorang itu bersalah karena yang bisa memastikan seseorang itu melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar hukum itu adalah pihak Kepolisian, Hakim dan Jaksa dalam acara pengadilan.

Berita lainnya  Jajaki Peluang Investasi, Kedutaan Besar Thailand Kunjungi BP Batam

Wartawan harus memiliki etika dalam menyajikan pemberitaan.
Sekolah SMP NEGERI 26 adalah sekolah yang memiliki disiplin dan Siswa siswanya punya prestasi dan Kami orang tua/ Wali Murid tidak mau sekolah SMP Negeri 26 jadi tempat pembohongan publik seperti yang di beritakan detik24jam.com batam dan  media lainya.
Wartawan itu memiliki Kode Etik Jurnalis dan memakai azas praduga tak bersalah,
Pekerjaan Wartawan itu sangat mulia dan Wartawan di lindungi oleh Undang – Undang No. 40 Tahun 1999 dan tidak di perbolehkan meminta imbalan apalagi memeras. ( Sht 007 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.