September 8, 2026

Media Terpercaya

Rutan Batam Berbagi Daging Kurban Kepada Warga Binaan dan Masyarakat

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.net – Suasana Idul adha 1446 Hijriah terasa khidmat dan penuh kebersamaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam. Pada Jumat (6/6), sebanyak 15 Hewan Qurban yang terdiri dari empat ekor sapi dan sebelas ekor kambing disembelih sebagai hewan kurban.

Daging kurban kemudian didistribusikan secara merata kepada warga binaan, petugas, dan masyarakat sekitar.

Proses penyembelihan berlangsung di lapangan Rutan Batam dengan melibatkan petugas, warga binaan, dan empat orang tukang jagal profesional.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tertib dan penuh semangat gotong royong, menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan penyembelihan hewan kurban bukan sekadar kegiatan keagamaan, namun juga bentuk nyata kepedulian dan pembinaan spiritual di lingkungan Rutan.

“Ini adalah momen yang kami manfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan keimanan, sekaligus memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk ikut merasakan kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh hewan kurban yang disembelih merupakan hasil sumbangan dari berbagai pihak, di antaranya Wakil Wali Kota Batam Kejaksaan Negeri Batam, Pengadilan Negeri Batam, PT Fajar Basti, CV.Arsindo Semesta, BRI Cabang Kota Batam, serta para petugas dan warga binaan.

Sebagai bentuk apresiasi dan pemerataan, seluruh warga binaan tanpa terkecuali menerima daging kurban. Selama tiga hari ke depan, mereka juga akan menikmati menu khusus daging sapi dan kambing, yang disiapkan oleh dapur Rutan Batam.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua, serta menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan di rutan ini,” tambah Karutan.

Berita lainnya  Terbukti Selewengkan Gas Bersubsidi, 2 Pangkalan Gas di Batam Diberi Sanksi Pemutusan Hubungan Usaha

Pelaksanaan qurban di Rutan Batam bukan hanya bentuk pelaksanaan ibadah, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, empati, dan nilai-nilai sosial.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.