September 8, 2026

Media Terpercaya

Direksi PLN Batam Tinjau Command Centre K3, Dorong Digitalisasi Pengawasan Keselamatan Kerja

2 min read

BATAM, Nusantaratoday.net –  Jajaran Direksi PLN Batam meninjau langsung operasional Command Centre K3 (CCK3), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan dan mitra kerja.

Kunjungan ini dihadiri oleh Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditiya Surya Danu, serta Direktur Human Capital dan Manajemen Risiko PT PLN Batam, M. Romy Andri.

Command Centre K3 lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan jumlah inspektur, luasnya cakupan wilayah kerja PLN Batam, hingga tingginya volume pekerjaan yang membutuhkan pengawasan intensif.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, CCK3 menghadirkan sistem pengawasan real-time menggunakan Body Worn Camera (BWC) dan dashboard terintegrasi. Setiap mitra kerja diwajibkan melaporkan rencana pekerjaan, jumlah personel, serta kesiapan APD setiap hari. Seluruh aktivitas pekerjaan pun dapat dipantau langsung melalui BWC yang selalu aktif selama pekerjaan berlangsung.

Melalui sistem ini, petugas CCK3 dapat segera memberikan instruksi dan rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti mitra kerja, sehingga pengawasan berlangsung lebih cepat, terukur, dan berbasis bukti.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditiya Surya Danu, menegaskan bahwa digitalisasi pengawasan K3 adalah bagian penting dari strategi perusahaan untuk menjaga keselamatan kerja.

“Keselamatan kerja adalah prioritas utama PLN Batam. Melalui Command Centre K3, kami memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai standar K3 yang ketat, bisa dipantau secara real-time, dan berbasis bukti nyata,” ujar Danu.

Ia menambahkan, keberadaan CCK3 menjadi wujud nyata komitmen PLN Batam untuk mencapai zero accident sekaligus menempatkan keselamatan kerja sebagai pondasi utama operasional perusahaan.

Senada dengan itu, Direktur Human Capital dan Manajemen Risiko PT PLN Batam, M. Romy Andri, menekankan pentingnya menjaga substansi di balik pemanfaatan teknologi.

Berita lainnya  PLN Batam Menambah Kapasitas Pembangkit Untuk Ketahanan Energi Batam

“Command Centre K3 jangan hanya dilihat sebagai pencapaian teknologi baru. Yang lebih penting adalah bagaimana kita benar-benar menggunakan sistem ini untuk menutup celah risiko di lapangan. Standar sudah kita siapkan, tugas kita memastikan setiap detailnya berjalan dengan disiplin,” tegas Romy.

Menurutnya, keberhasilan CCK3 bukan sekadar pada tampilan dashboard yang canggih, melainkan pada kemampuannya menghadirkan pengawasan yang konsisten, berkelanjutan, dan mampu mencegah kecelakaan kerja sejak dini.

Dari sisi teknis, Team Leader K3 Distribusi dan Pelayanan (Disyan) PT PLN Batam, Sopandi, menjelaskan bahwa CCK3 membawa nilai tambah nyata dalam pengendalian risiko dan efisiensi pengawasan.

“Dengan Command Centre K3, pengawasan lebih terstruktur. Data dari BWC dan dashboard membantu kami mendeteksi potensi bahaya lebih cepat, sehingga tindakan pencegahan bisa segera diambil,” jelas Sopandi.

Ia juga menekankan peran CCK3 sebagai sarana edukasi bagi mitra kerja.

“Kami ingin memastikan setiap mitra kerja tidak hanya memahami, tapi juga disiplin menerapkan prosedur K3. CCK3 menjadi ruang belajar bersama agar standar keselamatan terus meningkat,” tambahnya.

Kunjungan jajaran direksi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PLN Batam dan seluruh mitra kerja dalam membangun budaya K3 yang disiplin, modern, dan berkelanjutan.

PLN Batam berkomitmen menjadikan Command Centre K3 sebagai role model digitalisasi pengawasan keselamatan kerja di sektor ketenagalistrikan, sekaligus memastikan setiap insan PLN Batam bekerja dengan aman, sehat, dan produktif. (Btm-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.