September 9, 2026

Media Terpercaya

ADEKSI Akan Gelar Rakernas di Batam, Ketua DPRD Siap Sambut DPRD Kota se-Indonesia

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 8–11 Februari 2026 di Hotel Planet Holiday, Batam.

Kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Pimpinan DPRD Kota Batam dengan Panitia Rakernas Sekretariat Nasional ADEKSI yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD, Jumat (6/2/2026) siang.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin bersama Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda, serta didampingi oleh Sekretaris Dewan Dr. Ridwan Afandi, SSTP, M.Eng. dan Kepala Bagian Umum Setwan Arpandi, SSTP. Hadir pula perwakilan panitia dari Seknas ADEKSI yang dikoordinatori oleh Faisal.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ADEKSI yang telah memilih Batam sebagai tuan rumah Rakernas tahun 2026.

Ia menegaskan kesiapan Kota Batam dalam mendukung pelaksanaan kegiatan nasional dengan fasilitas MICE berstandar internasional.

“Kota Batam siap menyambut seluruh peserta Rakernas dengan infrastruktur dan pelayanan terbaik guna mendukung kelancaran kegiatan,” ujar Kamaluddin.

Sementara itu, Koordinator Panitia Seknas ADEKSI, Faisal, menyampaikan bahwa hingga saat ini sekitar 200 peserta anggota DPRD dari berbagai kota di Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk hadir.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan konfirmasi dari sejumlah daerah yang belum mengirimkan data peserta. Selain itu, beberapa daerah juga akan mengirimkan perwakilan sebagai peninjau.

Rakernas ADEKSI 2026 juga akan diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber nasional, di antaranya Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., serta Direktur Eksekutif KPPOD Herman Suparman. Diskusi tersebut akan dimoderatori oleh Ketua DPRD Kota Batam.

Berita lainnya  Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, Respon Cepat Keluhan Warga Terkait Kerusakan Jalan

Seluruh anggota DPRD Kota Batam turut berperan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan Rakernas ini.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah pembahasan berbagai masukan strategis dalam rangka penyempurnaan Rancangan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

Melalui Rakernas ini, ADEKSI diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga legislatif daerah serta menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi penguatan tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.