September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Siapkan 100 Hektare Lahan Baru, Dorong Hub Aerospace Asia Pasifik

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam semakin agresif memperkuat posisinya sebagai pusat industri perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terkemuka di kawasan Asia Pasifik. Langkah strategis ini diwujudkan melalui percepatan pengembangan kawasan, penyederhanaan regulasi perizinan, serta integrasi infrastruktur pendukung guna menarik minat investor global.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem industri penerbangan kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak realisasi investasi sekaligus memperkokoh daya saing Batam di sektor dirgantara internasional.

“Kami berterima kasih Indonesia MRO Summit (IMROS) 2026 diselenggarakan di Batam. Ini menjadi momentum krusial untuk memperkenalkan kesiapan Batam sebagai destinasi utama investasi industri penerbangan dan MRO,” ujar Fary di sela-sela pergelaran IMROS 2026 di Batam.

Fary menjelaskan, salah satu aset vital yang sedang dipacu pengembangannya adalah kawasan di sekitar Bandara Internasional Hang Nadim. Wilayah ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan (hub) bagi industri aerospace dan MRO masa depan.

Saat ini, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang digunakan oleh Batam Aero Technic (BAT) terus diperluas kapasitas operasionalnya. Proyek ekspansi ini ditargetkan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang besar bagi masyarakat. Realisasi Tenaga Kerja Saat Ini: Mempekerjakan sekitar 5.000 hingga 6.000 pekerja. Target Penyerapan Tenaga Kerja: Mampu menyerap hingga 16.000 tenaga kerja terampil setelah pengembangan selesai.

Untuk mendukung visi tersebut, BP Batam telah mengalokasikan tambahan lahan baru seluas 100 hektare. Lahan siap bangun ini dicadangkan bagi para investor yang ingin membangun fasilitas MRO baru maupun industri pendukung penerbangan lainnya.

“Kami ingin mengajak para pelaku industri untuk memanfaatkan master plan pengembangan kawasan bandara ini. Peluangnya tidak hanya terbatas pada MRO, tetapi juga terbuka lebar untuk ekosistem industri aerospace yang lebih luas,” imbuh Fary.

Berita lainnya  Turnamen Futsal Piala Kepala BP Batam Kategori Pelajar Bakal Berlangsung Tanggal 14 Desember 2023

Upaya mempercantik iklim investasi di Batam mulai membuahkan hasil manis. BP Batam mencatat tren pertumbuhan realisasi investasi yang sangat positif.

Pada periode awal 2025, nilai investasi di Batam dilaporkan melonjak signifikan hingga 105 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan yang masif ini, pemerintah pusat memberikan mandat khusus agar Batam menjadi role model (percontohan) nasional dalam percepatan investasi.

Langkah konkret yang diambil adalah lewat pemangkasan birokrasi dan penyederhanaan regulasi perizinan. Jika sebelumnya Pengurusan Dokumen Lingkungan Hidup dan Izin Pemanfaatan Ruang harus melalui birokrasi panjang dan diproses di Kementerian Pusat (Jakarta), kini seluruh pendelegasian wewenang nyata tersebut bisa selesai langsung di BP Batam.

“Arahan Presiden sangat jelas, yaitu memberikan kepastian hukum/regulasi dan mempercepat pelayanan. Investor tidak boleh lagi dihadapkan pada proses birokrasi yang panjang dan melelahkan,” tegas Fary.

Dengan memangkas jalur pengurusan izin langsung di Batam, efisiensi waktu dan biaya operasional industri diyakini akan meningkat pesat. Selain fokus pada wilayah KEK, BP Batam juga tengah merancang penguatan kawasan industri di luarnya menggunakan skema Free Trade Zone (FTZ). Fokus utama dari skema ini adalah integrasi dan penguatan konektivitas logistik.

Pemerintah berkomitmen memastikan arus lalu lintas barang, logistik, serta suku cadang (spare parts) pesawat dapat keluar-masuk Batam dengan jalur hijau yang lebih cepat dan minim hambatan.

Fary optimistis, keunggulan Batam tidak lagi sekadar mengandalkan letak geografisnya yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Kekuatan utama Batam saat ini terletak pada komitmen penuh pemerintah dalam menghadirkan kepastian regulasi, integrasi layanan satu pintu, serta konektivitas pelabuhan dan bandara yang solid.

Berita lainnya  RSBP Batam dan PERKI Cab Batam - Kepri Gelar Workshop Penanganan Cepat Penyakit Jantung

Melalui sinergi seluruh lini ini, Batam optimistis dapat segera bertransformasi menjadi episentrum baru bagi industri MRO dan aerospace yang disegani di kancah Asia Pasifik.(r/bpbtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.