September 7, 2026

Media Terpercaya

Iman Sutiawan Serap Aspirasi Warga Tembesi Lestari: Infrastruktur, Air Bersih hingga Banjir Jadi Sorotan

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.Net – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, “Iman Sutiawan”, menggelar pertemuan tatap muka atau reses tahap II dengan warga Kampung Tua Tembesi Lestari, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu malam, 9 Agustus 2026.

‎Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Tembesi Lestari ini dihadiri ratusan warga. Reses menjadi wadah langsung bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan pembangunan yang selama ini dihadapi.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Sekupang, Kapolsek Sagulung, Camat Sagulung, dan sejumlah Lurah se Kecamatan Sagulung.

‎Sebelum membuka dialog, Iman Sutiawan menyampaikan kabar baik terkait ketenagakerjaan.
‎”Pemerintah Kota Batam sudah MoU dengan beberapa perusahaan di Batam. Untuk lulusan SMK dan SMA sederajat akan dipekerjakan setelah tamat sekolah. Ini sudah menjadi program pemerintah,” ujarnya.

‎Dalam dialog yang berlangsung hangat, 4 keluhan utama paling banyak disuarakan warga Tembesi Lestari:
‎1. Infrastruktur jalan lingkungan* yang rusak
‎2. Terbatasnya akses air bersih*
‎3. Minimnya penerangan jalan umum*
‎4. Banjir saat hujan deras* akibat drainase yang belum memadai

‎Menanggapi hal itu, Iman menegaskan DPRD hadir bukan hanya untuk mendengar.
‎”Kami datang untuk mendengar. Apa yang jadi kebutuhan dasar warga di Tembesi Lestari ini akan kami catat dan dorong ke pemerintah provinsi maupun Kota Batam lewat fungsi budgeting dan pengawasan DPRD,” kata Iman.

‎Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sejak awal perencanaan. “Tanpa masukan dari bawah, program pembangunan rawan meleset dan tidak tepat sasaran,” tegasnya.

‎Tokoh masyarakat RT 02 dan Ketua LPM Tembesi Lestari mengapresiasi kunjungan Ketua DPRD Kepri.
‎”Sudah lama kami ingin sampaikan langsung. Semoga setelah reses ini ada tindak lanjutnya, terutama soal drainase, masalah banjir, penerangan jalan dan air bersih,” ucapnya.

‎Usai dialog, Iman berkomitmen akan memperjuangkan seluruh usulan warga. Hasil reses akan dibawa ke rapat komisi dan dikoordinasikan dengan OPD terkait agar bisa diakomodir dalam perencanaan pembangunan, dengan target realisasi paling lambat tahun anggaran 2028.

‎”Kami tidak ingin ini hanya jadi catatan. Harus ada progres nyata yang dirasakan warga,” tegasnya.

‎Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sembako secara simbolis kepada warga.

‎Reses ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah, agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. ( Sht007)

Berita lainnya  Warga Desa Pasir Panjang Kompak Dukung Pengembangan Rempang Eco-City

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.