September 7, 2026

Media Terpercaya

Rotasi Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Bergulir

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali bergerak. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026 yang merombak sejumlah posisi strategis, termasuk jajaran pejabat utama dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di wilayah Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).

Dalam pengukuhan dan alih tugas tersebut, jabatan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam) Polda Kepri resmi berganti. Kombes Eddwi Kurniyanto yang sebelumnya menjabat Kabidpropam Polda Kepri dimutasi menjadi Penyelidik Pengamanan Internal Madya Tk. III Divpropam Polri. Posisinya digantikan oleh AKBP Robby Topan Manusiwa yang dipromosikan dari jabatan Wadirreskrimum Polda Kepri.

Pergeseran juga terjadi pada jabatan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Kepri. Kombes Yimmy Kurniawan diangkat dalam jabatan baru sebagai Psikolog Kepolisian Madya Tk. I SSDM Polri. Posisi Karo SDM Polda Kepri yang ditinggalkan Yimmy selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Boby Paludin Tambunan.

Selain itu, jabatan Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda Kepri turut berganti kepemimpinan. Kombes Ary Baroto diangkat menjadi Widyaiswara Kepolisian Madya Tk. III Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Ka SPN Polda Kepri kini diemban oleh AKBP Rinaldo Aser.

Struktur keuangan Polda Kepri juga disegarkan. Kombes Dedy Agus Sulystinono yang menjabat Kepala Bidang Keuangan (Kabidkeu) Polda Kepri dimutasi menjadi Kabidkeu Polda DIY. Posisi Kabidkeu Polda Kepri selanjutnya diisi oleh Kombes Zatil Usna.

Di tingkat satuan wilayah, dua posisi Kapolres di wilayah Kepri mengalami pergantian tongkat komando:

Kapolres Lingga: AKBP Pahala Martua Nababan diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirpolairud Polda Kepri. Posisinya diisi oleh AKBP Ahmad Andi Suryadi yang sebelumnya menjabat Kasubbidpaminal Bidpropam Polda Kepri.

Berita lainnya  JUMAT CURHAT” POLDA KEPRI: HINDARI PERPECAHAN ANTAR MASYARAKAT DALAM PILKADA TAHUN 2024 DI PROVINSI KEPRI

Kapolres Kepulauan Anambas: AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka dimutasi menjadi Wadirreskrimum Polda Bali. Posisinya digantikan oleh AKBP Misbachul Munir yang sebelumnya menjabat Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Kepri.

Sementara itu, perwira di internal Polda Kepri, yakni AKBP Gokma Uliate Sitompul (Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri), mendapat promosi keluar wilayah menjadi Kapolres Musi Rawas Polda Sumsel.

Para perwira tinggi dan perwira menengah yang terdaftar dalam surat telegram tersebut diperintahkan untuk segera melaksanakan tugas di tempat yang baru paling lambat 14 hari terhitung sejak keputusan mutasi ditetapkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.