September 7, 2026

Media Terpercaya

Anggota DPRD Kepri Kunjungi Pulau Terong, Dengar Langsung Keluhan Warga Terkait Jalan dan Bantuan Nelayan

2 min read

Oplus_16908288

Tanjungpinang, Nusantaratoday.net – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, melaksanakan kegiatan reses penjaringan aspirasi di Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Batam. Kunjungan ini bertujuan mendengar langsung kebutuhan masyarakat wilayah pulau atau daerah hinterland yang selama ini kerap tertinggal dalam pembangunan.

​Kegiatan berlangsung 19/08/2026.

​Penjaringan aspirasi ini dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Belakang Padang, pengurus RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, serta tokoh masyarakat setempat.

​Dalam kesempatan tersebut, Iman memaparkan sejumlah program pembangunan dan bantuan yang telah dialokasikan untuk Kecamatan Belakang Padang. Ia menegaskan bahwa pembangunan wilayah hinterland harus terus mendapat perhatian agar masyarakat yang tinggal di pulau-pulau memiliki akses infrastruktur dan fasilitas yang setara dengan wilayah perkotaan.

​Saya memberikan prioritas untuk pembangunan pulau-pulau di Batam, karena wilayah perkotaan sudah banyak yang pikirkan, ungkap Iman.

​Untuk tahun anggaran 2026, terdapat 18 kegiatan pembangunan yang dialokasikan di Kecamatan Belakang Padang. Khusus Kelurahan Pulau Terong sendiri, terdapat empat paket kegiatan fisik.

​Pekerjaan fisik tersebut meliputi penataan Musala Darul Hikmah di Geranting, serta semenisasi jalan di kawasan Teluk Sunti, Teluk Bakau, dan Geranting.

Tak hanya infrastruktur darat, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan. Bantuan alat tangkap nelayan dijadwalkan mulai direalisasikan pada November 2026.

​Bantuan tersebut mencakup 42 unit sampan ting-ting, dengan enam unit di antaranya dialokasikan khusus untuk masyarakat Kelurahan Pulau Terong. Selain itu, nelayan juga akan mendapatkan bantuan kawat jaring atau bubu.

​Bantuan ini kita arahkan untuk mendukung masyarakat nelayan agar aktivitas ekonomi mereka bisa semakin berkembang, ujar Iman.

​Untuk tahun anggaran 2027, masyarakat Pulau Terong juga direncanakan mendapatkan bantuan mesin boat berkapasitas 15 HP dan 40 HP.

Berita lainnya  DPRD Kepri Desak Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Kapal Feri

​Iman juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi berupa proposal resmi dalam setiap pengajuan usulan pembangunan maupun bantuan sarana kerja. Hal ini agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan tertib administrasi dan tepat sasaran.

​Melalui kegiatan reses ini, Iman ingin memastikan bahwa suara masyarakat wilayah pulau benar-benar didengar dan diwujudkan dalam bentuk program nyata. Pembangunan yang merata, baik infrastruktur jalan maupun sarana penunjang ekonomi masyarakat, menjadi bukti bahwa tidak ada daerah yang terpinggirkan dalam pembangunan Provinsi Kepulauan Riau.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.