September 8, 2026

Media Terpercaya

Jasa Raharja Kepri Jalin Kerja Sama Dengan Pos Indonesia KCU Batam

2 min read

Nusantaratoday.net, Jakarta || Jasa Raharja Kepri menerima kunjungan dari Pos Indonesia Kantor Cabang Utama (KCU) Batam pada hari Jumat, 6 Oktober 2023 di Kantor Jasa Raharja Kepri, Batam Center, Kota Batam. Dalam kunjungan tersebut dari pihak Pos Indonesia diwakili oleh Asisten Manager Penjualan Korporat Kurlog, Riani Nindiyanti dan Zhasha Nareswari dan diterima langsung oleh Kepala PT Jasa Raharja Kepri, Mulyadi.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindaklanjut komunikasi yang sebelumnya sudah dijalin antara Jasa Raharja dan Pos Indonesia terkait kerja sama jasa kurir dan logistik. Sebelumnya Jasa Raharja telah menjalin kerja sama dengan Pos Indonesia terkait jasa keuangan, sehingga pertemuan kali ini juga termasuk perluasan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin.

Secara spesifik disampaikan oleh Kepala PT Jasa Raharja Kepri, kerja sama jasa kurir dan logistik yang nantinya dijalin dilakukan untuk mengakomodir pengiriman dokumen dari Kantor-kantor Samsat di masing-masing daerah di Kepri serta Kantor Perwakilan di Tanjungpinang.

“Kami upayakan untuk mengakomodir dan memudahkan rekan-rekan kami yang berada di garda terdepan daerah-daerah di Kepri untuk kelancaran proses bisnis dan administrasi, utamanya untuk dokumen-dokumen santunan yang mana harus segera kami tindaklanjuti. Selain itu juga proses bisnis kami dengan Perwakilan Tanjungpinang yang berada dibawah Cabang juga harus lancar dan aman,” jelas Mulyadi.

Pos Indonesia KCU Batam menjelaskan bahwa kerja sama antar BUMN diutamakan dapat terjalin sehingga antar satu BUMN dengan BUMN lainnya dapat menguntungkan.

“Kami memang berusaha untuk perluas dan perbanyak kerja sama, terlebih dengan instansi-instansi BUMN dan pemerintahan. Selain adanya kemudahan, antara satu instansi dengan instansi lainnya juga bisa saling menguntungkan,” jelas Riani.

Saat ini, Pos Indonesia juga dipercaya untuk melakukan pengiriman Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan SWDKLLJ Jasa Raharja melalui Samsat Digital Nasional (SIGNAL) Polri. Diskusi dan komunikasi antara Jasa Raharja Kepri dan Pos Indonesia KCU Batam sudah mulai dilakukan untuk mengakomodir perluasan-perluasan kerja sama lainnya dibidang ketaatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran PKB dan SWDKLLJ Jasa Raharja.

Berita lainnya  Jasa Raharja Kepri Hadiri Soft Launching E-Ticketing Di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Dan Sekupang Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.