September 8, 2026

Media Terpercaya

Pengabdian Untuk Negeri Dari Kemenkeu Kepri Melalui Kemenkeu Mengajar dan Donor Darah

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Peringatan Hari Oeang Ke-77 memiliki arti tersendiri bagi para pegawai di LingkunganKementerian Keuangan. Berbagai rangkaian kegiatan dilakukan untuk menyemarakkan peringatan tersebut.

Namun, terdapat satu kegiatan yang selalu dinantikan oleh para pegawai di lingkungan KementerianKeuangan, yaitu kegiatan Kemenkeu Mengajar. Pada tahun 2023, kegiatan Kemenkeu Mengajar sudahmemasuki tahun yang ke-8. Puncak pelaksanaan kegiatan Kementerian Keuangan Mengajar (KM)8 di Kota Batam terjadi pada Senin (23/10/2023).

Terdapat dua sekolah yang menjadi peserta pada kegiatan kali ini, yaitu SMKN 4 Batam, Tiban dan SDN
003 Bengkong. Sebanyak 60 relawan dan panitia daerah yang berpartisipasi dalam KM 8 Kota Batam ini
merupakan pegawai dari berbagai unit vertikal di bawah Kementerian Keuangan. Para relawan
menyampaikan materi seputar Kementerian Keuangan, seperti APBN, tugas dan fungsi Kementerian
Keuangan, serta nilai-nilai yang menjadi budaya Kementerian Keuangan kepada siswa-siswi di sekolahtersebut.

Kegiatan KM 8 Kota Batam ini diawali dengan upacara bendera di SDN 003 Bengkong dan dilanjutkandengan pembukaan dari Ambang Priyonggo selaku Kepala KPU Bea Cukai Batam.

“Adik-adik harus punya cita-cita untuk masa depan, atau bisa mengikuti jejak karier kakak-kakak relawanyang ada di sini menjadi seorang pegawai Bea Cukai, Perbendaharaan, Kekayaan Negara atau PegawaiPajak,” ucap Ambang Priyonggo dalam sambutannya.

Setelah acara pembukaan, siswa-siswi menuju ke ruangan kelas masing-masing untuk mendapatkan materidari relawan pengajar. Kegiatan mengajar dilakukan dengan metode pemaparan, games, dan diskusi
sehingga berlangsung interaktif.

Selain kegiatan Kemenkeu Mengajar, peringatan Hari Oeang ke-77 terdapat kegiatan donor darah yang terbuka bagi seluruh pegawai Kementerian Keuangan di Kota Batam.

Kegiatan ini merupakan salah satu
bentuk kepedulian Kementerian Keuangan di Kota Batam untuk berbagi kepada yang membutuhkan.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (24/10/2023) di Aula KPU Bea Cukai Batam yang bekerja sama dengan
Palang Merah Indonesia Kota Batam yang memiliki target 100 kantong darah.

Berita lainnya  POLDA KEPRI BERSAMA SAT LANTAS POLRESTA BARELANG GELAR PEMASANGAN SPANDUK SAFETY RIDING

Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menumbuhkan kesadaran
berbagi dan kepedulian terhadap serta dapat meningkatkan sinergi sesama pegawai Kementerian
Keuangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.