September 8, 2026

Media Terpercaya

Bea Cukai Batam Berhasil Kumpulkan Rp462 Miliar Tahun 2023 dan Raih Hasil Survey Yang Memuaskan

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Menjelang akhir tahun 2023, Bea Cukai Batam berhasil mengumpulkan penerimaan negarasebesar Rp462,69 Miliar atau 90,87% dari target Rp509,19 Miliar.

Hal ini menimbulkan optimisme targetakan dicapai dalam menutup akhir tahun 2023. Selain itu juga, Bea Cukai Batam meraih indeks yang
memuaskan berdasarkan survey dari pengguna jasa, yakni sebesar 4,45 dari target 5.

“Realisasi penerimaan Bea Cukai Batam hingga Oktober 2023 sudah mencapai Rp462,69 miliar dari target
Rp509,19 miliar. Dengan tersisa dua bulan lagi kami optimis akan mencapai target 100%. Selain
penerimaan dari bea masuk, bea keluar dan cukai, Bea Cukai Batam juga berhasil mengumpulkan
penerimaan perpajakan sebesar Rp2,98 triliun,” ungkap Rizal selaku Kepala Kantor Bea Cukai Batam.

Penerimaan yang dikumpulkan tersebut secara rinci bersumber dari penerimaan bea masuk sebesar
Rp297,52 miliar, bea keluar sebesar Rp146,08 miliar dan cukai sebesar Rp19,09 miliar. Optimisme dalam
mencapai target di akhir tahun ini didukung oleh devisa impor yang sedang tumbuh positif. Selain itu dari
penerimaan cukai berpotensi akan terus bertambah karena terdapat 4.953 lembar pita cukai yang akan
direalisasikan hingga akhir tahun 2023.

Selain dari sisi penerimaan, Bea Cukai Batam juga menunjukan kinerja yang luar biasa berdasarkan hasil
dari survey pengguna jasa yang dilakukan pada bulan Agustus lalu. Hasil yang diterima yaitu sebesar 4,45.

Survey ini menilai beberapa hal yang dijadikan sebagai indikator penilaian, antara lain terkait Sistem dan
Prosedur Pelayanan, Pegawai dan Petugas Pelayanan, Sarana dan Prasarana Kantor serta Kejelasan
Layanan Informasi yang diberikan.

“Keberhasilan atas capaian penerimaan Bea Cukai Batam tentu menjadi keberhasilan bersama. Tak hanyamenjadi bukti kinerja baik dari setiap pegawai yang telah bekerja keras di tahun 2023, tentunya hal ini jugamenjadi hasil dari sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum, perusahaan-perusahaan, dan masyarakatyang senantiasa mengawasi jalannya aturan,” tutup Rizal.

Berita lainnya  Sinergi Operasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kejaksaan Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan Sandi Operasi Trident

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.