September 8, 2026

Media Terpercaya

Capaian Pengawasan KPU Bea Cukai Tipe B Batam hingga Akhir Kuartal-3 Tahun ini

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || KPU BC Batam mengumumkan pencapaian yang membanggakan dari Fungsi Pengawasan pada KPU Bea Cukai Tipe B Batam dalam menanggulangi pelanggaran di sektor Kepabeanan dan Cukai hingga akhir Oktober 2023.Batam, (23/11/2023)

Hingga 31 Oktober 2023, KPU BC Batam telah menerbitkan sebanyak 559 Laporan Pelanggaran dengan rincian 473 Laporan Pelanggaran yang hasilnya dari penindakan non-patroli laut, 33 dari penindakan patroli laut, dan 37 dari penindakan terkait Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor.

“KPU BC Batam juga menerima 16 Laporan Pelanggaran sebagai hasil pelimpahan dari instansi lain, mencerminkan Kerjasama dan sinergi yang erat antar-lembaga dalam menjaga ketertiban dan keamanan.”, Ujar Rizal.

Dari 559 Laporan Pelanggaran ini terhadap barang yang ditegah ditaksir mencapai Rp245,5M dengan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp13,5M.

“3 (tiga) pelanggaran tertinggi didominasi oleh komoditi barang hasil penindakan sebanyak 139 Laporan Pelanggaran terkait dengan komoditi Barang Kena Cukai, 95 terkait dengan Pakaian, Tas, Sepatu, dan/atau Aksesoris, serta 68 terkait dengan komoditi Barang Campuran.” Jelas Rizal.

Untuk gambaran lebih rinci mengenai hasil penindakan Barang Kena Cukai yaitu terdiri dari penindakan Hasil Tembakau dan Minuman Mengandung Etil Alkohol, Barang Kena Cukai Jenis Hasil Tembakau selama periode tersebut, berhasil dilakukan penindakan dengan jumlah mencapai 10 juta batang.Tiga merek Hasil Tembakau teratas yang berhasil dilakukan penindakan adalah Sigaret Kretek Mesin (SKM) merek HMIND mencapai 5,6 juta batang, Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) merek H&D mencapai 1,8 juta batang, dan Sigaret Putih Mesin (SPM) merek HMIND BOLD mencapai 1,6 juta batang, selain itu terdapat juga merk lain seperti merk Luffman, Manchester, Ofo, Rave dan berbagai merk lainnya.

Berita lainnya  Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu

Seiring dengan itu, penindakan juga dilakukan terhadap Minuman Mengandung Etil Alkohol yang mencapai 6 ribu liter, yang mana mencerminkan keseriusan KPU BC Batam dalam menanggapi pelanggaran yang berkaitan dengan pelanggaran di Sektor Kepabeanan dan Cukai.

Mengenai 37 laporan pelanggaran komoditi Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, berhasil dilakukan penindakan yang bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum lainnya telah ditindaklanjuti dengan pelimpahan perkara kepada Instansi terkait dan/atau penetapan Barang Dikuasai Negara.

Jenis barang yang berhasil di tengah diantaranya adalah Methamphetamine yang merupakan Narkotika Golongan I, dengan jumlah 76 ribu gram dan 9 Botol Cairan mengandung Methamphetamine, lalu ada Ekstasi yang termasuk ke dalam Psikotropika Golongan I dengan jumlah tangkapan sebanyak 19 ribu butir, dan juga Ketamine yang masuk kedalam golongan Psikotropika dengan jumlah 8 ribu gram.

“Tindakan ini merupakan langkah konkret dalam memberantas peredaran narkotika dan psikotropika di wilayah pengawasan KPU BC Batam, pada khususnya dan seluruh wilayah NKRI pada umumnya, hall ini merupakan komitmen untuk menjaga keamanan masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk memberantas peredaran barang terlarang di Wilayah NKRI.” Tutup Rizal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.