September 9, 2026

Media Terpercaya

Realisasi PMA Triwulan III 2023, Empat Sektor Industri di Batam Tumbuh Signifikan

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Sinyal positif datang dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam sepanjang Triwulan III Tahun 2023.

Terdapat empat sektor andalan yang tumbuh dan mengalami peningkatan cukup signifikan.

Keempat sektor tersebut adalah industri makanan; industri karet dan plastik; industri perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta industri perdagangan dan reparasi.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi RI, industri makanan tumbuh sekitar 97 persen dengan nilai USD 40,58 juta atau setara Rp 600,66 miliar dari 55 proyek yang ada.

Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan Triwulan III tahun 2022 lalu yang hanya sebesar USD 20,62 juta atau senilai Rp 305,30 miliar dari 17 proyek.

Tidak hanya industri makanan, sektor industri karet dan plastik juga mengalami peningkatan yang drastis.

Selama Triwulan III 2023, industri karet dan plastik mencatatkan nilai USD 19,28 juta atau setara Rp 285,400 miliar dari 55 proyek.

Nilai investasi dan jumlah proyeknya pun tumbuh pesat jika dibandingkan periode tahun lalu yang hanya sebesar USD 9 juta atau senilai Rp 135,35 miliar dari 39 proyek.

Sedangkan untuk sektor industri perumahan, kawasan industri, dan perkantoran tumbuh 21 persen dibandingkan Triwulan III tahun lalu.

Industri ini mencatatkan USD 15,02 juta atau senilai Rp 222,3 miliar dari 32 proyek sepanjang Triwulan III 2023.

Satu sektor lainnya, industri perdagangan dan reparasi, juga tumbuh signifikan pada Triwulan III 2023 dengan nilai investasi USD 7,8 juta atau senilai Rp 116,39 miliar dari 188 proyek.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai investasi pada industri ini pun turut mengalami peningkatan signifikan.

“Pada prinsipnya, BP Batam akan terus berupaya untuk meningkatan realisasi PMA di Batam. Salah satu caranya dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar para investor nyaman menanamkan modalnya di Batam,” ujar Ariastuty, Kamis (14/12/2023).

Berita lainnya  BP Batam Tandatangani Kerjasama Pembangunan PLTS

Selaras dengan instruksi Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pihaknya pun berkomitmen untuk terus menjadikan Batam sebagai destinasi unggulan investasi di Indonesia.

Pasalnya, sejumlah negara besar di Asia maupun Eropa masih mempercayakan Batam sebagai salah satu kawasan industri terbaik.

Apalagi investasi asing yang ada ikut memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Batam ke depannya.

“Peningkatan nilai investasi tentu berpengaruh besar bagi ekonomi Batam. Ini yang terus menjadi prioritas BP Batam,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.