September 9, 2026

Media Terpercaya

Infrastruktur Menjadi Penarik Minat  Investor ke Batam

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya menarik investasi untuk masuk ke Kota Batam. Karenanya, BP Batam telah melancarkan berbagai jurus demi menarik investasi ke Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, salah satu upaya dalam menarik investor tersebut, dengan menyiapkan seluruh infrastruktur yang dapat menunjang seluruh kegiatan. Infrastruktur ini, mempunyai pengaruh multi-effect yang akan membuka lahirnya investasi.

Sehingga akan berdampak pada berbagai kegiatan ekonomi yang tumbuh, meningkatkan konektifitas dan mendukung produktivitas masyarakat dan industri.

“Kalau kita ingin datang ke suatu tempat atau rumah orang, apa tujuan kita.? Karena ada suatu daya tarik. Karena adanya daya tarik itu orang-orang akan datang,” ujar Muhammad Rudi dalam beberapa kesempatan.

Muhammad Rudi menegaskan, dirinya secara serius melakukan pengembangan infrastruktur di Kota Batam melalui pengembangan prasarana dan sarana kawasan. Dengan demikian, akan meningkatkan konektivitas darat, laut, udara untuk mendukung aktivitas industri dan pariwisata yang kompetitif.

“Hari ini, semua infrastruktur sedang kita bangun untuk memberikan kenyamanan bagi orang yang datang ke Kota Batam. Jika investasi meningkat, maka akan berdampak pada ekonomi Kota Batam, karena daya beli masyarakat yang meningkat,” kata Rudi.

Ia menambahkan, BP Batam tidak hanya melengkapi kebutuhan investor saja. Namun, keluhan yang disampaikan oleh investor yang sudah menanamkan modalnya di Batam harus dilayani dengan baik.

Salah satunya adalah, PT Rubycon Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Batamindo dan Kawasan Industri Panbil. Perusahaan yang bergerak di bidang manufacture capacitor ini akan melakukan pengembangan usahanya di Kota Batam.

Selama 29 tahun PT Rubycon Indonesia berinvestasi di Kota Batam, perusahaan tersebut telah berekspansi dan saat ini telah mempunyai 9 gedung dari awalnya yang hanya satu gedung di tahun 1994. Sehingga terkait dengan rencana ekspansi dari PT Rubycon Indonesia ini, BP Batam akan menyiapkan seluruh keperluan yang dibutuhkan.

Berita lainnya  BP Batam Berikan Jaminan Air yang Diterima Warga Dapur Enam dan Tanjung Banun Berkualitas Baik

“Kita carikan tempat, intinya yang bisa kita lengkapi akan kita lengkapi. Itu satu contoh, masih banyak lagi. Pokoknya tugas saya bersama seluruh jajaran di BP Batam, bagaimana memberikan pelayanan yang sempurna. Semampu kemampuan dan tenaga kami,” imbuhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.