September 8, 2026

Media Terpercaya

Kenduri Syawal 1445 Hijriah,KNPI Kepri dan KNPI Batam Kolaborasi Hadirkan Ustaz Abdul Somad

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net || Ketua KNPI Kota Batam sekaligus Anggota DPR RI Terpilih, Randi Zulmariadi mengundang masyarakat Batam untuk meramaikan Kenduri Syawal 1445 Hijriah yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Sabtu (4/5/2024).

Randi mengatakan, kegiatan tersebut juga menghadirkan penceramah kondang, Ustaz Abdul Somad.

Selain meningkatkan iman dan ketakwaan, putra dari H. Muhammad Rudi dan Hj. Marlin Agustina tersebut mengatakan bahwa agenda ini sekaligus bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat Kota Batam.

“Mari kita bersama-sama hadir dan meramaikan acara tersebut. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat untuk kita dalam memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan,” ujar Randi.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Ustaz Abdul Somad tidak terlepas dari kolaborasi antara KNPI Provinsi Kepri dan KNPI Kota Batam yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam.

Randi berharap, para pemuda di Batam dapat hadir dan menyukseskan acara demi terciptanya generasi muda yang religius.

“Di bawah kepemimpinan kami, kita coba membangun konsep pemuda yang tampil religius untuk menyiapkan generasi yang berakhlak mulia. Sesuai tagline Batam sebagai Bandar Dunia Madani. Kami juga akan selalu memberikan support terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak muda seperti ini,” tutup Randi.

Senada, Ketua Umun KNPI Provinsi Kepri, Teddy nuh mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Menurut Teddy, kolaborasi antara pemerintah, pemuda dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting guna memaksimalkan program pembangunan daerah ke depan.

“Mari kita jadikan momentum Syawal ini untuk kembali membangun hubungan ketaatan kepada Allah SWT dan juga memperbaiki hubungan sesama manusia. Mari bersatu dan menjaga kekompakan dalam membangun daerah yang kita cintai,” ungkap Teddy.(*)

Berita lainnya  Perbaikan Selesai, Normalisasi Air Secara Bertahap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.