September 8, 2026

Media Terpercaya

Anggota DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho, Menyangkal Melaporkan Sahat Sianturi ke Mahkamah Partai

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Anggota legislatif terpilih periode 2019-2024 daerah pemilihan Bengkong Batu Ampar Udin P Sihaloho ogah disebut melaporkan Sahat Sianturi calon anggota legislatif terpilih Provinsi Kepri periode 2024-2029 daerah pemilihan Bengkong Batu Ampar dan Lubuk baja-Batam Kota serta Gabriel Sianturi calon anggota legislatif tidak terpilih Kota Batam periode 2024-2029 ke mahkamah partainya.

Hal itu diungkapkan Udin P Sihaloho kepada awak media Senin 20 Mei 2024 di Komplek Pasar Mitra Raya sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Udin, dirinya merasa tidak ada melaporkan rekan satu partainya tersebut ke mahkamah partainya yaitu PDI Perjuangan. Ia hanya dimintai laporan pertanggungjawaban atas perolehan suara yang menurun secara drastis di daerah pemilihan Bengkong Batu Ampar.

“Tidak ada saya melaporkan Sahat Sianturi dan Gabriel Sianturi, yang ada saya sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Bengkong dimintai pertanggungjawaban atas merosotnya perolehan suara di daerah pemilihan Bengkong Batu Ampar,” terangnya.

Saat ditanyakan kebenaran surat undangan dari Panitera Majelis Partai PDI Perjuangan kepada Sahat Sianturi dan Gabriel Sianturi untuk menghadiri sidang terkait penyelesaian perselisihan internal hasil pemilihan umum anggota DPR dan DPRD ke Majelis Partai PDI Perjuangan dimana tercatat Udin Sihaloho sebagai Pemohon dan Sahat Sianturi dan Gabriel Sianturi sebagai Termohon, Udin menyatakan tidak mengetahui surat tersebut bahkan balik mempertanyakan dari mana surat tersebut dan siapa yang menyebarkannya.

“Saya tidak tahu surat itu, coba lihat saja apakah nama saya sesuai KTP atau tidak? (sembari dirinya menunjukkan fotocopy berwarna KTP miliknya). Dan dari mana dapat surat itu dan siapa yang menyebarkannya,” ujar Udin dengan nada tinggi.

Tidak berhenti sampai disitu, Udin mencoba menjelaskan bahwa dirinya sebagai petugas partai harus tunduk dan taat kepada partainya. “Saya ini petugas partai, jadi harus tunduk dan taat kepada partai,” tuturnya.

Berita lainnya  DPRD Kota Batam Terima KUA/PPAS Perubahan APBD 2024 dari Pemko

Ditempat yang sama, Niko Nixon Situmorang mengatakan, saat ini Udin P Sihaloho yang hendak maju sebagai kepala daerah seharusnya bisa mempersatukan semua faksi yang ada di tengah-tengah komunitas bangso Batak yang ada di Batam.

“Seharusnya mempersatukan faksi yang muncul di komunitas kita bangso Batak, apalagi Lae mau maju sebagai wakil Walikota. Katakanlah persoalan ini sampai naik ke atas, siapa yang diuntungkan?” ujarnya dihadapan Udin P Sihaloho dan beberapa tokoh Batak lainnya.

Sementara itu Sahat Sianturi ketika diminta keterangannya mengatakan, dirinya sangat sedih dan kecewa atas laporan terhadap dirinya tersebut. Namun apapun itu dirinya sebagai pihak termohon sudah memberikan penjelasan dalam sidang Majelis Partai PDI Perjuangan.

“Saya sudah menjalani persidangan Majelis Partai atas tuduhan tersebut dan sudah menjelaskan semuanya. Perlu diingat saya tetap komitmen, kita tetap Batak Marsada, tuduhan ke saya itu sangat kejam,” ujarnya.

Sumber : telegrapnews.com
Editor : rml008

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.