September 8, 2026

Media Terpercaya

Bright PLN Batam Tingkatkan Kualitas Layanan Listrik untuk Masyarakat

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Bright PLN Batam terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan listrik di wilayah Kepulauan Riau.

Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Bright PLN Batam telah melakukan berbagai langkah strategis yang mencakup peningkatan infrastruktur, digitalisasi, dan pengembangan energi terbarukan.

Rahmat Furqan, Humas Bright PLN Batam, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya selalu berusaha memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dengan memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.

“Kami terus melakukan berbagai inovasi dan perbaikan infrastruktur agar dapat memberikan layanan listrik yang lebih baik,” ujar Rahmat Furqan.

Selain itu, Bright PLN Batam juga aktif dalam mengimplementasikan program digitalisasi untuk mempermudah akses dan pelayanan bagi pelanggan.

Menurut Rahmat Furqan, salah satu inovasi terbaru adalah aplikasi mobile Bright PLN Batam yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses informasi tagihan, melaporkan gangguan, hingga melakukan pembayaran secara online.

“Dengan adanya aplikasi ini, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses layanan Bright PLN Batam kapan saja dan di mana saja,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Bright PLN Batam juga fokus pada pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam mencapai target bauran energi nasional.

Dalam menghadapi tantangan global, Bright PLN Batam juga terus beradaptasi dan berinovasi. Menurut Rahmat Furqan, salah satu tantangan terbesar adalah menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah kondisi iklim yang ekstrem dan permintaan yang terus meningkat.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan ketahanan jaringan listrik dan mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan. Tim kami bekerja keras untuk memastikan bahwa pasokan listrik tetap stabil dan aman bagi seluruh pelanggan,” katanya.

Bright PLN Batam mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya ini dengan menggunakan listrik secara bijak dan mendukung program-program yang telah dirancang.

Berita lainnya  PERKUAT SINERGI, KAPOLDA KEPRI TERIMA AUDIENSI DIREKSI PT PLN BATAM

“Kami percaya bahwa dengan dukungan semua pihak, kami dapat mewujudkan pelayanan listrik yang lebih baik dan berkelanjutan untuk seluruh masyarakat Kepulauan Riau,” tutup Rahmat Furqan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Bright PLN Batam berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.