September 8, 2026

Media Terpercaya

Ribuan Masyarakat Tanjung Pinang Antusias Sambut Kehadiran H. Muhammad Rudi

2 min read

TANJUNGPINANG – Nusantaratoday.net – Ribuan masyarakat Tanjung Pinang di tiga lokasi berbeda tampak antusias saat menyambut kehadiran H. Muhammad Rudi, Minggu (9/6/2024).

Pada kesempatan pertama, Ketua DPW Partai Nasdem tersebut berkesempatan untuk mengunjungi masyarakat Kampung Bugis, Kecamatan Tanjung Pinang Kota.

Di sana, H. Muhammad Rudi mendapat sambutan luar biasa dari ribuan warga yang sudah berkumpul. Baik dari para tokoh agama, masyarakat, hingga kawula muda.

Tak sampai di situ, H. Muhammad Rudi yang hadir bersama eks Gubernur Kepri, H. Isdianto, dan Anggota DPRD Kepri Terpilih, Suhadi, melanjutkan silaturahmi ke dua lokasi lainnya. Perumahan Alam Tirta Tanjung Pinang Timur dan Dompak Pesisir yang terletak di Kecamatan Bukit Bestari.

Meski hujan sempat mengguyur Kota Tanjung Pinang, namun antusiasme masyarakat di dua lokasi tersebut tampak tak luntur sedikitpun dalam menyambut kedatangan Muhammad Rudi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam.

“Kami berkomitmen untuk mendukung dan mengantarkan Pak H. Muhammad Rudi sebagai Gubernur Kepri berikutnya. Bersatu kita menang,” tegas Ketua Gerakan Masyarakat Pendukung Rudi (Gempur) Kota Tanjung Pinang, Usman bersama beberapa perwakilan.

Dalam pernyataan sikapnya, Usman menyebut jika dukungan dari masyarakat Kota Tanjung Pinang, khususnya di Kampung Bugis, memiliki alasan yang jelas.

Ia melanjutkan, masyarakat Kota Gurindam meyakini jika HMR adalah figur yang visioner dan dapat merubah Kepri menjadi daerah unggulan investasi dan pariwisata.

“Besar harapan kami, Kepri bisa berubah di masa kepemimpinan HMR nanti. Terima kasih pula kami ucapkan untuk Pak Rudi yang telah menyempatkan hadir di agenda silaturahmi ini meski memiliki kesibukan yang cukup padat,” tambahnya.

Senada, perwakilan masyarakat Dompak Pesisir, Yam atau Pak Yam mengatakan jika H. Muhammad Rudi memiliki semangat membangun yang begitu luar biasa.

Berita lainnya  Pemuda dan Ibu Rumah Tangga di Lingga Satukan Tekad Dukung H. Muhammad Rudi di Pilkada Kepri 2024

Hal ini, kata Yam, terlihat dari kemajuan Batam yang begitu pesat.

“Kami relawan dompak pesisir, bertekad memenangkan H. Muhammad Rudi untuk menjadi Gubernur Kepri. Kalau Kepri ingin maju, kita butuh pemimpin yang berani dan semangat seperti HMR,” tegasnya.

Ia berkeyakinan, prestasi HMR dalam membangun Batam adalah kerja nyata yang dapat menjadi tolak ukur bagi masyarakat Kepri sebelum menentukan pilihannya pada Pilgub Kepri 2024 nanti.

Apalagi sejumlah program strategis HMR selama menjabat Wali Kota Batam ataupun Kepala BP Batam turut memberikan dampak ekonomi terhadap daerah lain di Kepri.

“Pembangunan Batam itu merata. Kami juga berharap, pembangunan di Kepri pun juga merata,” pungkasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.