September 10, 2026

Media Terpercaya

DPC PJS Kota Batam Surati Dinas Kominfo Kepri Terkait Pengelolaan Anggaran Publikasi Media

2 min read

Oplus_131072

Tanjungpinang, Nusantaratoday.com || Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Kota Batam menyurati Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri terkait pengelolaan anggaran publikasi media.

Surat konfirmasi yang dilayangkan DPC PJS Kota Batam dengan nomor surat, Nomor: 018/PJS-BTM/VI-2924 untuk meminta penjelasan terkait kerjasama publikasi media Diskominfo Kepri T.A 2024.

Dalam hal ini, DPC PJS Kota Batam meminta klarifikasi terkait beberapa hal kepada Diskominfo Kepri, yakni;

1. Meminta transparasi besaran nilai pagu anggaran kerjasama publikasi media di Diskominfo Pemprov Kepri T.A 2024,
2. Meminta data nama dan jumlah media yang bekerjasama di Diskominfo Kepri T.A 2024,
3. Meminta dasar hukum (dasar hukum) atas penetapan atau yang menjadi acuan pihak Diskominfo Kepri untuk penunjukan atau pemilihan perusahaan media yang menjadi mitra kerja Diskominfo Kepri.

“Sesuai dengan UU KIP No 14 Tahun 2018, Diskominfo Kepri seyogianya membalas surat kami sesuai dengan isi permintaan yang kami sampaikan,” ujar Ketua PJS Kota Batam Gusmanedy Sibagariang, Rabu (16/5/24) di kantor sekretariat PJS DPC Batam, Batam.

Adapun jawaban yang diharapkan PJS Batam ini sekaligus untuk menjawab dugaan diskriminasi pihak Diskominfo Kepri terhadap perusahaan pers (Media) yang mana dalam penjaringan kerjasama publikasi di Diskominfo Kepri dinilai tidak transparan.

“Selain menjawab dugaan diskriminasi terhadap media, jawaban surat ini kami butuhkan untuk pemberitaan yang berimbang oleh media yang tergabung dalam Organisasi Jurnalis PJS Kota Batam,” tegas Gusman.

Menurut Ketua PJS Kota Batam Gusmanedy Sibagariang, surat yang dilayangkan tersebut juga bertujuan guna memastikan dan mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dalam pengelolaan dana kerjasama pers yang dikelola secara Profesional.

“Kami tidak menginginkan para pejabat tersandung kasus jika salah dalam pengelolaan dana publikasi tersebut, untuk itu kami hadir agar pengelolaan keuangan negara bisa berlangsung secara profesional,” tegas Gusman.

Berita lainnya  Kuatkan Sinergitas, Plt Gubernur Marlin Silaturahmi ke Lantamal IV Batam

Akan tetapi, lanjut Gusmanedy, jika keuangan negara dikelola dengan serampangan atau tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku maka bukan tidak mungkin para pejabat terkena jerat hukum.

“Penggunaan serta pengelolaan dana kerjasama Pers harus  transparan sebagaimana saat ini juga sudah menggunakan sistim E-katalog. Diskominfo Kepri juga ada E-katalog, namun kami menduga E-katalog ini tidak digunakan,” ujar Gusmanedy.

Dimana diketahui bahwa E-Katalog ini adalah aplikasi belanja online yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Aplikasi E-katalog ini menyediakan berbagai macam produk dari berbagai komoditas yang dibutuhkan oleh pemerintah.

“Kita berharap Diskominfo Kepri menggunakan E-katalog dalam menjaring media mitra publikasi, makanya kita mengajukan penawaran kerjasama melalui E- katalog disamping kita juga menyerahkan proposal penawaran secara tertulis,” pungkas Gusmanedy.

Untuk diketahui, surat DPC PJS Kota Batam ini, diterima oleh pihak Diskominfo Kepri pada hari Selasa 7 Mei 2024, dengan surat tembusan Gubernur Kepri, Inspektorat Kepri, Ketua DPRD Kepri dan Kejati Kepri.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum menerima keterangan pihak Diskominfo Kepri atas tidak dibalasnya surat yang dilayangkan DPC PJS Kota Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.