September 8, 2026

Media Terpercaya

Manfaatkan PLTS Baterai, PLN dan Pemprov Kepri Pastikan 6 Pulau Terang 1×24 Jam di 2026

2 min read

Oplus_16908288

Tanjungpinang, Nusantaratoday.net – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama PT PLN menargetkan enam pulau bisa menikmati aliran listrik selama satu hari penuh atau 1×24 jam pada tahun ini.

Target itu masuk dalam program yang diberi nama “Kepri Terang”. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa PLN akan membangun sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipadukan dengan baterai.

Sistem hibrida ini akan dipasang pada enam pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada. “Beban listrik nanti sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang,” ujar Ansar Minggu, (26/04/2026).

Namun, ia mengakui lokasi pasti dari enam pulau tersebut masih belum ditentukan. “Kita belum tahu pastinya di mana saja, karena masih ditelaah oleh PLN,” katanya.

Salah satu lokasi yang direncakan segera menikmati listik 24 jam tahun ini adalah pulau Air Raja, yang berada di kelurahan Subang Mas, Kecamatan Galang Kota Batam.

Gubernur Ansar Menegaskan Pemprov Kepri terus berkoordinasi dengan PLN.Fokus utamanya adalah pulau-pulau kecil berpenduduk yang selama ini belum teraliri Listrik.

“Ini bagian dari upaya kita bersama PLN untuk mencapai target rasio elektrifikasi (RE) 100 persen. Saat ini, rasio elektrifikasi di Kepri sudah mencapai 98 persen,” ungkapnya.

Selain program Kepri Terang, Pemprov Kepri dan PLN juga sedang membahas program bantuan pasang baru listrik (BPBL) gratis.

Program ini menyasar masyarakat di tujuh kabupaten dan kota di Kepri. Anggarannya berasal dari APBN, didukung APBD dan aspirasi DPRD Kepri. “Tahun ini, BPBL ditargetkan untuk 1.400 rumah tangga di seluruh Kepri,” kata Ansar.

Gubernur menambahkan, program Kepri Terang sangat bergantung pada dukungan penuh dari PLN. Sebab, PLN-lah yang menyediakan semua sarana dan prasarana, mulai dari mesin pembangkit hingga bahan bakar.

Berita lainnya  Ribuan Masyarakat Tanjung Pinang Antusias Sambut Kehadiran H. Muhammad Rudi

“Apalagi Kepri ini wilayah kepulauan, tentu tidak mudah untuk menerangi pulau-pulau kecil dengan listrik,” ujarnya. Baca juga: Hak Karyawan Tak Dibayar hingga Data Dipakai Pinjol, Rentetan Masalah Seret Owner FUKU Massages Secara terpisah, Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menyambut baik target ini. Ia mengatakan siap meningkatkan kerja sama dengan Pemprov Kepri.

“Program Kepri Terang sangat bagus dan terbukti punya manfaat besar bagi  Masyarakat, mulai dari pendidikan dan ekonomi” tutup Rully.(*/btmnews).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.