September 8, 2026

Media Terpercaya

PLN Batam Bersama Kejati Kepri,  Serahkan Kurban Sapi Kepada Masyarakat Tanjungpinang

2 min read

Oplus_0

Tanjung Pinang, Nusantaratoday.net  – Memperingati Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah, PT PLN Batam menyalurkan hewan kurban sapi kepada stakeholders bersama Kejaksaan Tinggi Kepuluan Riau (Kepri) untuk selanjutnya akan didistribusikan kepada para pengurus Masjid, Pondok Pesantren, serta masyarakat yang berhak serta membutuhkan yang tersebar di Tanjung Pinang.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Teguh Subroto, S.H., M.H., menerima langsung penyerahan hewan kurban tersebut di Masjid Shafwan, Kantor Kejaksaan Tinggi Kepri, pada Rabu (12/6/2024).

“Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan satu ekor sapi dari PT PLN Batam, kami harapkan sapi ini berguna untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujar Teguh Subroto usai saat menyerahkan sapi kurban secara simbolis.

Teguh mengatakan bahwa semangat berkurban selain dimaknai sebagai ibadah dan ketaatan terhadap ajaran agama, juga harus dimaknai sebagai perwujudan rasa kesetiakawanan dan solidaritas terhadap sesama dengan hidup, ditandai dengan berbagi daging kurban bersama-sama.

“Momentum Iduladha 1445 Hijriah sangat berarti bagi Adhyaksa Kepri dalam membangun nilai-nilai kebersamaan dan meningkatkan etos kerja sehari-hari dengan mewujudkan pelayanan publik yang prima melalui nilai integritas yang dijunjung tinggi,” jelas Teguh.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk wujud syukur atas segala upaya yang telah dilakukan PLN Batam untuk menerangi negeri. Zulhamdi berharap bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bagi kita semua Iduladha memberikan simbol semangat pengorbanan, sehingga hal ini juga diteladani oleh insan PLN dengan terus menebar kepedulian terhadap sesama dan memberi manfaat kepada seluruh masyarakat,” kata Zulhamdi.

Zulhamdi menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan di berbagai sektor mulai dari sosial, agama, hingga pendidikan.(red)

Berita lainnya  PLN Batam Gelar Buka Bersama dengan Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.