September 9, 2026

Media Terpercaya

PLN Batam Sumbang 45 Ekor Hewan Qurban Terkait Idul Adha 1445 H

2 min read

Oplus_0

Batam, Nusantaratoday.net – Lebaran Idul Adha 1445 Hijriah, PT. PLN Batam sumbang 45 ekor hewan kurban. Terdiri dari 6 ekor sapi dan 39 ekor kambing. Puluhan hewan kurban itu dititipkan penyalurannya melalui stakeholder instasi di Kepri.

Sekretaris Perusahaan PT. PLN Batam, Zulhamdi mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan oleh PLN Batam setiap tahunnya untuk masyarakat yang membutuhkan. momentum Idul Adha mengingatkan setiap individu muslim atas pengorbanan besar Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Kemudian dari pandangan korporasi perusahaan, peringatan Hari Raya Qurban tak hanya dimaknai sebatas proses kegiatan seremonial semata, tetapi juga dijadikan sebagai konteks peneguhan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat keadilan.

“Atas dasar nilai tersebut, PT PLN Batam secara rutin setiap tahunnya merayakan hari Idul Adha dengan memberikan bantuan hewan qurban kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Zulhamdi.

Sementara itu, penerima hewan kurban Odit Kusuma Lubis menyatakan rasa syukur dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN Batam atas bantuan hewan kurban tersebut. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menyambung tali silahturami antara PLN Batam dengan masyarakat.

“Kami dari panitia kurban Masjid Al-Jama’ah, bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian PLN Batam pada momen Hari Raya Idul Adha 1445 Hijirah atas pemberian daging qurban ini kepada masyarakat Kampung Agas, Sekupang. Bukan hanya fokus mengurus dan menjaga keandalan listrik, PLN Batam ternyata juga sangat peduli kepada Masyarakat sekitar. Semoga Allah SWT membalas kebaikan PLN Batam sehingga PLN Batam kedepannya semakin andal dan selalu memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Odit.

Diketahui bantuan secara seremonial diserahkan langsung oleh PT. PLN Batam di Rumah Potong Hewan Ruminansia Pemerintah Kota Batam, Sungai Temiang, Sekupang.(*)

Berita lainnya  Pastikan Keamanan Objek Vital Nasional, PLN Batam dan Polda Kepri Jalin Sinergi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.