September 9, 2026

Media Terpercaya

DPD dan DPC PJS se Sulut Dilantik Ketum DPP

2 min read

Oplus_131072

MANADO-SULUT, Nusantaratoday.net –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulawesi Utara resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, di Graha Gubernuran Sulawesi Utara, Kota Manado, Selasa (05/11/2024).

Acara ini juga mengukuhkan enam pengurus cabang di berbagai daerah, termasuk Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Bolmong Utara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kep Sangihe, Kab Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan.

Mahmud Marhaba dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DPD Sulut yang, di bawah kepemimpinan Ketua Butje Lengkong dan Sekretaris Steven Pandeirot, telah menunjukkan kerja keras untuk menghadirkan PJS di daerah ini.

“Ini adalah langkah besar bagi PJS Sulut, tetapi ini baru awal dari perjalanan panjang kita,” kata Mahmud, yang menyebut pelantikan ini sebagai tanda awal dari visi besar PJS di Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Sebagai organisasi yang fokus pada jurnalisme media siber, PJS memiliki misi menciptakan jurnalis yang berintegritas, kompeten, dan profesional.

“Kami ingin memastikan wartawan kami mampu menghadapi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sehingga mereka bisa menyajikan berita yang berkualitas dan bertanggung jawab,” ungkap Mahmud sambil menegaskan komitmen PJS dalam melindungi karya jurnalistik.

“Setiap karya jurnalistik yang dikriminalisasi wajib dibela. Ini bagian dari menjaga kemerdekaan pers yang sangat penting untuk demokrasi,” tegas Mahmud.

Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara pelantikan ini. Menurutnya, kekompakan dan soliditas antar pengurus adalah kunci dari pencapaian tersebut.

“Kami akan terus bekerja sama untuk memperluas jaringan PJS di Sulut dan memastikan setiap jurnalis memiliki tempat yang mendukung,” ujarnya.

Setelah pelantikan, Mahmud Marhaba memberikan pelatihan khusus tentang hukum pers dan Kode Etik Jurnalistik. Ia menekankan pentingnya penerapan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebagai landasan bagi semua wartawan, termasuk anggota PJS.

Berita lainnya  Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Perwakilan Empat Akses Angkutan Wisata Bromo Diskusi Peningkatan Keamanan Transportasi

“Kompetensi dan profesionalisme adalah fondasi yang harus kita pegang teguh,” ujar Mahmud, menambahkan bahwa PJS siap menjadi pelindung bagi setiap anggotanya dari segala bentuk intimidasi karya jurnalistik.

Turut hadir dalam pelantikan DPD PJS Sulut dan DPC PJS se Sulut perwakilan Pangdam XIII Merdeka Kolonel Daniel E.S. Lalaqi S.IP serta dari Kejaksaan Tinggi Sulut diwakili Kasi Idiologoi Politik dan Pertahanan Keamanan Enrico Manday Enrico Mandey, S.H., M.H.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.