September 8, 2026

Media Terpercaya

Pemko Batam Terima Kunjungan Kerja Komite II DPD RI, Bahas RUU Hilirisasi Mineral dan Batu Bara

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Pemerintah Kota Batam menerima kunjungan kerja dari Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang membidangi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Ekonomi, terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hilirisasi Mineral dan Batu Bara. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Kota Batam, Jefridin, M.Pd. di Kantor Wali Kota Batam pada Senin (3/2/2025).

Komite II DPD RI, yang dipimpin oleh Ketua Komite II, Angelius Wake Kako, datang dengan tujuan untuk melakukan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan, serta anggota DPD RI diantaranya Alfiansyah Komeng, Ria Saptarika dan lainnya.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menggali masukan terkait dampak dari hilirisasi mineral dan batu bara terhadap perekonomian daerah. Komite II DPD RI ingin memperoleh informasi yang konkret terkait proses hilirisasi dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di lapangan. Hal ini penting dalam rangka penyusunan RUU Hilirisasi Mineral dan Batu Bara yang sedang dibahas untuk mendukung penguatan sektor ekonomi di Indonesia.

“Disampaikan bahwa proses hilirisasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral dan batu bara. RUU tersebut nantinya diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah dan nasional, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah,” ujar Jefridin.

Jefridin juga menyampaikan bahwa Pemko Batam sangat mendukung upaya hilirisasi, meskipun Batam sendiri bukan daerah penghasil mineral atau batu bara.

“Kota Batam lebih fokus pada sektor industri, pariwisata, perdagangan, dan alih kapal. Kami menyadari bahwa hilirisasi ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia, dan kami siap mendukung pelaksanaan program ini,” ungkap Jefridin.

Berita lainnya  Pengungkapan Penyelundupan Minuman Mengandung Etil Alkohol

Pemerintah Kota Batam juga berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur daerah guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi investor. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan ekonomi Batam yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

“Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses perumusan RUU Hilirisasi Mineral dan Batu Bara. Semoga dialog ini kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih baik bagi masa depan sektor pertambangan dan ekonomi Indonesia khususnya Batam,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.