September 10, 2026

Media Terpercaya

Upacara HUT Bhayangkara Ke -79 Di Hadiri Gubernur Kepri Dan Pengusaha Kepri

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.Net – Upacara Peringatan Hari Bhayangkara yang ke – 79 Berlangsung di lapangan Polda Kepulauan Riau, Selasa ( 1/7/2025 ).
Upacara tersebut di   di hadiri  oleh Gubenur Kepulauan Riau.
Ansar Ahmad dan Pimpinan Daerah Batam serta Para Tokoh Masyarakat  Batam.

Dalam sambutannya Gubernur berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin solid.
“Semoga sinergi antara pemerintah daerah dan Polri semakin kuat demi menciptakan Kepri yang aman, damai, dan mendukung iklim investasi serta pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Ansar menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengabdian Polri selama ini dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Segantang Lada.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kepulauan Riau, saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian Polri, khususnya Polda Kepri yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Polri yang profesional, humanis, dan responsif sangat dibutuhkan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, tertib, dan sejahtera.
Sementara itu Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Asep Safrudin menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara tahun ini mengusung tema: “Polri untuk Masyarakat” yang mengandung makna mendalam. Yakni tentang pentingnya kehadiran Polri bukan hanya secara struktural, namun juga emosional dan fungsional di tengah masyarakat.

Kedekatan inilah disebut Asep yang menjadi kekuatan Polri dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Fungsi dan keberadaan Polri sebagai penjaga keselamatan dan rasa aman merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak lekang oleh waktu,” ujarnya.

Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya menjadikan Hari Bhayangkara sebagai momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai luhur Tribrata sebagai landasan moral dan etika dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum secara adil.

Berita lainnya  Pilgub Kepri 2024, Pemuda Peduli Lingga Siap Menangkan H. Muhammad Rudi

Menghadapi tantangan Kamtibmas yang semakin kompleks dan dinamis di masa mendatang, Asep menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Polda Kepri dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami sadar masih banyak kekurangan dalam pelayanan kami. Oleh karena itu, dukungan masyarakat sangat kami butuhkan,” ucap  ASEP. ( Sht 007 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.