September 8, 2026

Media Terpercaya

Amsakar – Li Claudia Safari Natal 2025, Pastikan Ibadah Aman dan Berjalan Khidmat

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra melakukan Safari Natal 2025 ke sejumlah gereja di Kota Batam, Rabu, (24/12/2025) malam. Kegiatan ini digelar dalam rangka Operasi Lilin Seligi untuk memastikan pelayanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Safari Natal tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Achmad, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, serta unsur Forkopimda Batam dan Provinsi Kepri. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi wujud nyata sinergi pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kenyamanan umat yang tengah beribadah.

Amsakar menjelaskan, Safari Natal dilakukan sebagai bentuk peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan baik. Ia menegaskan, aparat keamanan telah menyiapkan pos-pos pengamanan di setiap lokasi ibadah.

“Safari malam ini untuk memastikan semuanya berjalan baik dan lancar. Di masing-masing gereja sudah ada pos pengamanan yang dibangun oleh tim dari aparat keamanan,” ujar Amsakar.

Dalam Safari Natal tersebut, rombongan Pemko Batam dan Forkopimda menyambangi sejumlah gereja yang menjadi titik peninjauan. Gereja-gereja tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis Kota Batam, yakni Gereja HKBP Batam Center, Gereja Reformasi Injil Indonesia Batam Center, Gereja Tapgha Simpang Kara, Gereja Santo Damian Bengkong, Gereja St. Petrus Lubuk Baja, serta Gereja GPIB Immanuel Seraya.

Dari hasil peninjauan tersebut, Amsakar menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian ibadah Natal di gereja-gereja yang dikunjungi berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

“Alhamdulillah, semuanya berlangsung dengan khusyuk,” katanya.

Lebih dari sekadar memastikan aspek keamanan, Amsakar juga menyampaikan pesan Natal kepada jemaat. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Natal sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan membangun energi kolektif demi kemajuan Batam.

Berita lainnya  Muhammad Rudi Hadiri Sagulung Fun Day 2 Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 78

“Jadikan momentum ini untuk mempersatukan kita semua. Bangun energi kolektif untuk kebaikan Batam,” ucapnya.

Menurut Amsakar, keberagaman dan multikulturalisme bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan yang mematangkan bangsa. Nilai tersebut, kata dia, tercermin nyata dalam kehidupan masyarakat Batam yang hidup rukun dalam perbedaan.

“Multikulturalisme dan keberagaman itu justru mematangkan kita sebagai sebuah bangsa. Batam adalah contoh nyatanya,” tambahnya.

Senada dengan itu, Li Claudia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam pembangunan Kota Batam. Ia berharap suasana damai pada perayaan Natal terus terjaga.

“Mari terus menjaga ketertiban dan merayakan momentum akhir tahun dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Achmad menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menggelar rapat persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama seluruh pemangku kepentingan. Hasil rapat tersebut telah disosialisasikan guna memastikan perayaan berjalan khidmat dan terkendali.

“Kita sudah bahas dalam rapat persiapan Nataru dan sudah disebarluaskan ke semua stakeholder agar perayaan Natal dan Tahun Baru dirayakan sebaik mungkin, namun tidak berlebihan,” ujar Ansar.

Selain itu, Ansar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan di sejumlah lokasi yang berpotensi rawan, khususnya tempat wisata dan kawasan pantai, mengingat kondisi cuaca pada musim akhir tahun.

“Kita berpesan agar objek wisata dan lokasi-lokasi yang pernah berpotensi membahayakan tetap dijaga dan diwaspadai,” katanya.

Ia berharap, dengan kesiapsiagaan seluruh pihak serta doa bersama, perayaan Natal dan Tahun Baru di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, dapat berlangsung aman dan tanpa gangguan.

“Mudah-mudahan doa kita semua, Pak Wali, Ibu sekalian, tidak terjadi apa-apa di Kepri,” pungkasnya.

Pada momentum yang sama, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan kondisi keamanan di Kota Batam terpantau stabil dan terkendali. Aparat gabungan disebar ke sejumlah titik strategis, termasuk pusat keramaian dan rumah-rumah ibadah.

Berita lainnya  Wagub Marlin Agustina : Bidan Ujung Tombak Pemerintah Dalam Membangun Kesehatan Ibu dan Anak

Ia menyampaikan, kepolisian tidak hanya melakukan pengecekan langsung di lapangan, tetapi juga terus memantau perkembangan melalui laporan personel yang bertugas.

“Situasi sejauh ini aman dan kondusif,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.