September 8, 2026

Media Terpercaya

Kolaborasi Strategis BP BUMN, Danantara, dan PLN Batam Dorong Pertumbuhan Ekonomi

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf, bersama Managing Director Business 2 , Setyanto Hantoro, melakukan kunjungan kerja strategis ke PLN Batam.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring kinerja perusahaan sekaligus memperkuat transformasi sektor ketenagalistrikan di Kota Batam. Sebagai penyedia utama layanan kelistrikan di Batam, PLN Batam memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung aktivitas industri, kawasan ekonomi khusus, serta kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, BP BUMN dan Danantara menegaskan pentingnya sinergi untuk mendorong tata kelola perusahaan (corporate governance) yang semakin baik, peningkatan kinerja operasional, serta percepatan transformasi bisnis PLN Batam agar lebih adaptif menghadapi perkembangan industri dan kebutuhan energi di masa depan.

Rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke pusat kontrol operasional PLN Batam guna memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan interkoneksi berjalan secara optimal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Selain melakukan monitoring kinerja, kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran PLN Batam dalam mendukung pengembangan kawasan industri, investasi strategis, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Keandalan sektor ketenagalistrikan dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menarik investasi dan meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, PLN Batam berkomitmen untuk terus menjadi enabler utama pembangunan ekonomi daerah melalui penyediaan layanan kelistrikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sinergi antara BP BUMN, Danantara, dan PLN Batam diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing global, serta mendukung visi keberlanjutan energi di masa mendatang.

Berita lainnya  PLN Batam Gelar Buka Bersama dengan Media

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan terbaik sebagai fondasi kemajuan daerah dan penguatan daya saing industri nasional. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.