September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Siapkan Smart PJU, Belasan Ruas Jalan Utama Akan Dipasang Lampu Tenaga Surya

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menyiapkan modernisasi sistem penerangan jalan umum (PJU) melalui penerapan Smart Integrated PJU, yakni sistem lampu jalan berbasis tenaga surya yang dilengkapi teknologi pemantauan digital.

Melalui sistem ini, seluruh titik lampu di ruas jalan utama dapat dipantau secara real time, sehingga gangguan maupun kerusakan dapat dideteksi lebih cepat tanpa harus menunggu laporan masyarakat.

‎Program tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus menghadirkan jalan yang lebih terang, aman, hemat energi, dan ramah lingkungan.

‎Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan proyek Smart Integrated PJU disiapkan dengan nilai investasi sekitar Rp90 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas penerangan di sejumlah ruas jalan utama yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.

‎”BP Batam tengah menyiapkan penerapan sistem penerangan jalan umum melalui teknologi tenaga surya dengan smart system. Sistem ini memudahkan pemantauan titik lampu secara online dan real time, terutama di sejumlah ruas jalan utama Kota Batam,” ujar Mouris kepada awak media, Jumat (26/6/2026).

‎Menurut dia, sistem tersebut akan menghubungkan setiap lampu jalan ke pusat kendali. Dengan begitu, apabila terjadi gangguan, kerusakan, atau lampu padam, petugas dapat segera mengetahui titik permasalahan dan melakukan penanganan tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.

‎BP Batam menargetkan penerapan teknologi ini pada 13 ruas jalan utama yang selama ini menjadi jalur strategis aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.

‎Ruas jalan yang masuk dalam tahap awal pemasangan meliputi Jalan Hang Jebat, Jalan Hang Tuah, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani, Jalan Patimura, Jalan S. Parman, Jalan Central Raya, Jalan Ali Klana, Jalan Laksamana Bintan, Jalan Pelabuhan Batam, Jalan Engku Putri, serta Jalan Raja Haji Fisabilillah.

‎Selain meningkatkan kualitas penerangan, penggunaan panel surya juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional sehingga operasional penerangan jalan menjadi lebih efisien dalam jangka panjang.

‎Meski demikian, BP Batam masih belum merinci jumlah titik lampu yang akan dipasang maupun ditingkatkan melalui program tersebut. Begitu pula dengan besaran potensi penghematan biaya listrik, sumber pendanaan proyek, penggunaan produk dalam negeri atau impor, hingga mekanisme pemeliharaan sistem yang saat ini masih dalam tahap penyusunan.

‎Jadwal pelaksanaan pembangunan juga belum diumumkan karena seluruh tahapan masih dipersiapkan sebelum proyek mulai dikerjakan.

‎Mouris mengatakan Smart Integrated PJU merupakan salah satu langkah BP Batam dalam mendorong pemanfaatan teknologi pada infrastruktur perkotaan. Menurut dia, sistem tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan penerangan jalan, tetapi juga mendukung keselamatan pengguna jalan serta memperkuat konsep Batam sebagai kota yang modern dan berkelanjutan.

‎”Harapannya, masyarakat dapat merasakan penerangan jalan yang lebih baik dengan sistem yang lebih efisien, mudah dipantau, cepat ditangani apabila terjadi gangguan, sekaligus mendukung Batam sebagai kota yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” ujar Mouris.
(r/humasbpbtm)

Berita lainnya  Malam Anugerah RSBP Batam Awards 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.