September 9, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Gandeng Organisasi Lansia Awasi Program Insentif

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam membuka peluang kerja sama dengan Badan Perlindungan (BP) Lansia Indonesia Wilayah Batam untuk memperkuat program pemberdayaan warga lanjut usia.

Tidak hanya mendukung pembentukan organisasi tersebut, BP Batam juga mendorong keterlibatan para lansia dalam mengawasi penyaluran insentif pemerintah hingga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, dengan jajaran pengurus BP Lansia Indonesia Wilayah Batam di Kantor BP Batam, Rabu (1/7).

‎Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana pelantikan kepengurusan BP Lansia Indonesia Wilayah Batam yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 sekaligus menjajaki berbagai bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia di Batam.

‎Ariastuty mengatakan, kehadiran organisasi lansia menjadi mitra penting pemerintah dalam menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga lanjut usia.

‎Menurut dia, perhatian terhadap kesejahteraan lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

‎”BP Batam mendukung penuh kehadiran organisasi ini. Kami berharap BP Lansia dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat sehingga para lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan sejahtera,” kata Ariastuty.

‎Ia menjelaskan, salah satu bentuk kolaborasi yang sedang disiapkan adalah melibatkan organisasi lansia dalam memberikan masukan sekaligus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program bantuan sosial berupa insentif lansia yang telah dijalankan Pemerintah Kota Batam.

‎Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat menjangkau warga lanjut usia yang membutuhkan.

‎Selain itu, BP Batam juga membuka peluang keterlibatan para lansia dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari senam sehat, pembentukan reporter lansia, hingga program duta lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat lanjut usia di ruang publik.

‎Menurut Ariastuty, berbagai program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa lansia bukan sekadar kelompok penerima bantuan, melainkan tetap dapat berkontribusi melalui pengalaman, pengetahuan, dan aktivitas sosial.

Berita lainnya  BP Batam Gelar Rakor, Bahas Isu Strategis dan Susun Rencana Kerja Tahun 2025

‎Ia menilai perhatian terhadap kelompok lansia juga sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.

‎Salah satu kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Batam ialah pemberian insentif bagi warga lanjut usia sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.

‎”Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan memiliki ruang untuk berkarya,” ujarnya.

‎Sementara itu, Sekretaris BP Lansia Indonesia Wilayah Batam, Marojahan Manuntun Napitupulu, menyambut baik dukungan yang diberikan BP Batam.

‎Ia mengatakan organisasi yang dipimpinnya dibentuk sebagai wadah bagi masyarakat berusia 60 tahun ke atas agar tetap memiliki ruang beraktivitas, bersosialisasi, serta berkontribusi bagi lingkungan.

‎Menurut Johan, kolaborasi dengan pemerintah menjadi langkah penting untuk menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan lansia.

‎”Kami berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga semakin banyak program yang dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia di Batam. Sesuai slogan kami, lansia harus sehat, cerdas, berguna, dan bahagia,” katanya.

‎BP Lansia Indonesia Wilayah Batam sendiri beranggotakan masyarakat lanjut usia dari berbagai latar belakang. Organisasi tersebut berfokus pada kegiatan sosial, pemberdayaan, edukasi kesehatan, hingga pendampingan bagi lansia agar tetap produktif dan berperan aktif di tengah masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.