September 10, 2026

Media Terpercaya

PLN Batam dan BP Batam Kawal Investasi AI Global, Batam Makin Strategis sebagai Hub Data Center

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Arus investasi teknologi global terus mengalir ke Batam. Kali ini, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, Firmus Technologies Pty Ltd, yang didukung Nvidia, berencana membangun proyek pusat data kecerdasan buatan (AI Data Center) pertamanya di Indonesia melalui kemitraan strategis bersama DayOne.

Masuknya investasi bernilai besar di sektor kecerdasan buatan tersebut semakin mempertegas posisi Batam sebagai salah satu destinasi utama pengembangan pusat data dan infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara.

Kolaborasi antara PT PLN Batam dan BP Batam menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur energi dan dukungan investasi guna mempercepat transformasi Batam sebagai pusat ekonomi digital masa depan.

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan bahwa kehadiran investasi data center tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan fondasi ekonomi baru berbasis teknologi digital.

“Ketika investasi data center masuk ke Batam, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung dan server. Yang sedang dibangun adalah ekosistem ekonomi digital baru. PLN Batam berkomitmen memastikan fondasi energi yang andal agar investasi tersebut dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam,” ujar Kwin Fo.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai ekspansi Firmus Technologies menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap iklim investasi di Batam.

Menurut Li Claudia, kehadiran perusahaan global bersama Nvidia dan DayOne menunjukkan kesiapan Batam untuk bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan bertaraf internasional.

“Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” ujar Li Claudia di Batam Centre, Senin (29/6/2026).

Berita lainnya  Turnamen Tenis Meja Hari Bakti BP Batam, 123 Peserta Perebutkan Hadiah Jutaan Rupiah

Ia menjelaskan, meningkatnya investasi di sektor pusat data dan teknologi digital menunjukkan Batam memiliki keunggulan kompetitif dari sisi lokasi strategis, kesiapan infrastruktur, serta dukungan regulasi yang semakin kondusif bagi investor global.

BP Batam, lanjutnya, akan terus memastikan proyek strategis tersebut berjalan optimal melalui penyediaan infrastruktur pendukung, pelayanan investasi yang cepat, serta kemudahan bagi para investor.

Investasi Firmus Technologies diperkirakan membawa efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari pembukaan lapangan kerja profesional, penguatan ekosistem industri digital, transfer teknologi kecerdasan buatan, hingga peningkatan daya saing ekonomi Batam di tingkat regional maupun global.

Dengan masuknya investasi AI berskala internasional, Batam kini semakin diperhitungkan sebagai gerbang utama pengembangan industri teknologi masa depan Indonesia sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital baru di kawasan Asia Tenggara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.