September 8, 2026

Media Terpercaya

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam

4 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi terhadap capaian BP Batam sepanjang tahun 2025 hingga Triwulan I Tahun 2026, khususnya dalam aspek tata kelola kelembagaan, optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), peningkatan investasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama BP Batam yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Jakarta. Dalam forum tersebut, Komisi VI DPR RI menilai bahwa kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra telah menunjukkan arah kebijakan yang positif dalam memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi unggulan Indonesia.

Pengakuan dari lembaga legislatif tersebut menjadi indikator penting bahwa transformasi tata kelola yang tengah dijalankan BP Batam berjalan pada jalur yang tepat, sekaligus memperkuat kepercayaan pemerintah pusat maupun pelaku usaha terhadap prospek pembangunan Kota Batam.

Membangun Tata Kelola yang Semakin Berkualitas

Pujian yang diberikan Komisi VI DPR RI tidak hanya didasarkan pada capaian angka investasi, tetapi juga pada keberhasilan BP Batam dalam membangun sistem tata kelola yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.

Salah satu capaian yang memperoleh perhatian khusus adalah kemampuan BP Batam mengoptimalkan penerimaan dari PNBP untuk mendukung pembangunan kawasan tanpa bergantung pada tambahan anggaran APBN. Langkah tersebut dinilai mencerminkan pengelolaan keuangan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan.

Selain itu, berbagai reformasi pelayanan perizinan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta penyederhanaan proses investasi menjadi faktor utama yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai destinasi investasi nasional maupun internasional.

Berita lainnya  BP Batam Mulai Terapkan Sistem Tiket Online dan Cashless Payment di Pelabuhan Domestik

Tujuan Penguatan Kinerja BP Batam

Penguatan kinerja BP Batam diarahkan untuk mewujudkan beberapa sasaran strategis, antara lain:

meningkatkan daya saing Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam;

menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif;

mempercepat pembangunan infrastruktur strategis;

meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pelayanan perizinan;

mengoptimalkan pengelolaan PNBP secara akuntabel dan berkelanjutan;

mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan kawasan industri, logistik, perdagangan, dan jasa.

Seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari komitmen BP Batam dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat maupun dunia usaha.

Dampak Positif bagi Batam dan Indonesia 

Apresiasi DPR RI menjadi dorongan moral sekaligus penguatan legitimasi atas transformasi yang sedang dilakukan BP Batam.

Beberapa dampak positif yang diharapkan antara lain:

meningkatnya kepercayaan investor domestik maupun asing;

percepatan realisasi investasi strategis;

terbukanya lapangan pekerjaan baru;

peningkatan aktivitas industri, perdagangan, dan logistik;

percepatan pembangunan infrastruktur kawasan;

meningkatnya pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan transparan;

bertambahnya kontribusi Batam terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan fondasi tata kelola yang semakin baik, Batam diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis BP Batam dalam mendorong pembangunan kawasan.

“Kami berterima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis BP Batam. Capaian investasi yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin meningkat. Hal ini juga relevan dengan berbagai upaya BP Batam yang terus berupaya melakukan pembenahan khususnya pada sektor simplifikasi perizinan.”

Berita lainnya  BP Batam Terima Kunjungan ADUPI, Bahas Solusi Kuota Impor Bahan Baku Industri Daur Ulang Plastik

Lebih lanjut, Amsakar menegaskan bahwa BP Batam akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur serta memperkuat kualitas pelayanan investasi agar sejalan dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kami juga akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pelayanan perizinan, serta memastikan seluruh program strategis berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.”

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen BP Batam untuk terus menghadirkan kebijakan yang mampu menciptakan kepastian investasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, secara konsisten menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Batam hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, pelayanan yang profesional, serta percepatan implementasi program-program strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan daya saing investasi.

Dalam berbagai agenda resmi BP Batam, Li Claudia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang responsif, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan seluruh kebijakan BP Batam berorientasi pada pelayanan publik dan kemudahan berusaha. Komitmen tersebut sejalan dengan arah transformasi BP Batam dalam mewujudkan Batam sebagai kawasan investasi yang modern, kompetitif, dan berkelas dunia.

Apresiasi dari Komisi VI DPR RI menjadi motivasi bagi BP Batam untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi serta mempercepat berbagai program strategis yang telah direncanakan.

Ke depan, BP Batam akan terus memperkuat reformasi pelayanan investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui semangat transformasi, kolaborasi, dan pelayanan yang semakin berkualitas, BP Batam optimistis mampu menjadikan Batam sebagai kawasan investasi paling kompetitif di Indonesia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.