September 9, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Dorong Pembangunan Ekosistem Investasi, Belajar dari Kesuksesan SEICO Steel Vietnam

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong percepatan pembangunan ekosistem investasi terintegrasi sebagai langkah konkret menindaklanjuti lima arahan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Kepala dan Wakil Kepala BP Batam.

Dorongan ini muncul setelah BP Batam melakukan kunjungan kerja ke perusahaan konstruksi baja nasional Vietnam, SEICO Steel, yang dinilai menjadi contoh nyata keberhasilan sinergi antara kebijakan pemerintah dan pertumbuhan industri pendukung.

Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, Harlas Buana Adang, mengatakan pengalaman Vietnam memberikan pelajaran penting bagi Batam dalam mengimplementasikan lima arahan Presiden secara lebih terukur.

Kelima arahan tersebut mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyederhanaan regulasi dan perizinan, penyelesaian permasalahan pertanahan, optimalisasi sektor-sektor strategis, serta penguatan Batam sebagai destinasi investasi yang kompetitif.

“Keberhasilan Batam pada masa depan tidak hanya diukur dari banyaknya investor yang masuk, tetapi dari kemampuan membangun ekosistem investasi yang mampu melahirkan rantai pasok industri yang utuh,” kata Harlas dalam keterangan tertulis, Jumat 31 Juli 2026.

SEICO Steel merupakan perusahaan nasional Vietnam yang bergerak di bidang engineering, fabrikasi struktur baja, dan konstruksi bangunan industri. Perusahaan ini berperan besar dalam pembangunan fasilitas manufaktur, gudang, pusat logistik, hingga kawasan industri yang menopang pertumbuhan ekonomi Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Harlas, pertumbuhan pesat SEICO Steel bukan semata hasil kapasitas internal perusahaan, melainkan buah dari keberhasilan pemerintah Vietnam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pemerintah setempat secara konsisten menyediakan kawasan industri siap investasi, memberi kepastian hukum atas lahan, mempercepat proses perizinan, membangun infrastruktur pendukung, serta aktif menjaring investasi asing.

Masuknya perusahaan manufaktur global ke Vietnam kemudian menciptakan permintaan besar terhadap pembangunan pabrik, gudang, dan infrastruktur industri lainnya. Dalam situasi itulah perusahaan seperti SEICO Steel tumbuh secara alami sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional.

Berita lainnya  Bea Cukai Batam Tangkap DPO Terkait Penyelundupan Handphone Bekas

“Industri pendukung tidak dapat tumbuh tanpa kehadiran investor utama. Sebaliknya, ketika pemerintah berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif, perusahaan-perusahaan lokal akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut,” ujar Harlas menjelaskan pola yang terjadi di Vietnam.

Harlas menilai Batam memiliki karakteristik yang mendukung untuk membangun ekosistem serupa. Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Batam memiliki lokasi strategis di jalur perdagangan internasional, infrastruktur industri yang relatif lengkap, serta kewenangan khusus dalam pengelolaan kawasan.

Dalam beberapa tahun mendatang, pertumbuhan investasi di sektor elektronik, semikonduktor, pusat data, kendaraan listrik, energi, logistik, galangan kapal, dan industri maritim diperkirakan akan mendorong kebutuhan pembangunan fasilitas industri. Kondisi ini membuka peluang bagi berkembangnya perusahaan pendukung di bidang konstruksi industri, fabrikasi baja, engineering, logistik, dan utilitas.

Namun, Harlas mengingatkan bahwa peluang tersebut hanya dapat terwujud jika Batam mampu menghadirkan kepastian bagi investor, mulai dari kejelasan status lahan, pelayanan perizinan yang cepat, infrastruktur memadai, regulasi yang sederhana, hingga keberlanjutan arus investasi sebagai sumber permintaan jangka panjang.

Harlas menegaskan lima arahan Presiden bukan program yang berdiri sendiri, melainkan satu kesatuan strategi. Peningkatan pertumbuhan ekonomi diwujudkan lewat masuknya investasi bernilai tambah dan penciptaan lapangan kerja baru. Penyederhanaan regulasi dilakukan melalui digitalisasi proses bisnis, integrasi pelayanan perizinan, dan kepastian waktu penyelesaian.

Sementara itu, penyelesaian masalah pertanahan menjadi fondasi penyediaan lahan siap investasi (ready-to-invest land) yang memiliki kepastian hukum, sesuai tata ruang, dan bebas konflik. Optimalisasi sektor strategis diarahkan pada pengembangan klaster industri seperti elektronik, semikonduktor, pusat data, kendaraan listrik, logistik, dan galangan kapal agar terbentuk rantai pasok yang saling mendukung.

Penguatan Batam sebagai destinasi investasi, lanjut Harlas, akan ditempuh melalui promosi investasi yang lebih terarah, pembangunan kawasan industri modern, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan citra Batam sebagai kawasan investasi kompetitif di tingkat regional maupun global.

Berita lainnya  Nilai Investasi Tumbuh, Ekonomi Batam Maju

Harlas menyimpulkan, keberhasilan menarik investor utama akan menghasilkan efek berganda berupa tumbuhnya industri pendukung, peningkatan investasi lanjutan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan struktur ekonomi kawasan.

Ia berharap kehadiran perusahaan sekelas SEICO Steel di Batam pada masa mendatang dapat menjadi indikator keberhasilan kawasan ini membangun rantai pasok industri yang kuat.

“Ketika ekosistem tersebut terbentuk, investasi akan berkembang secara berkelanjutan, industri pendukung akan tumbuh, dan Batam akan semakin kokoh sebagai pusat industri dan investasi berdaya saing di tingkat regional maupun global,” kata Harlas menutup pernyataannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.