September 7, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Ajak Warga Peduli dengan Fasilitas Publik

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net –  Badan Pengusahaan (BP) Batam mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset dan fasilitas publik, khususnya kawasan Jembatan Barelang yang menjadi ikon Kota Batam sekaligus infrastruktur strategis di Kepulauan Riau.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kembali beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aksi pemotongan kabel lampu sorot di kawasan Jembatan Barelang. BP Batam menegaskan peristiwa tersebut bukan kejadian baru, melainkan terjadi pada 28 April 2026 dan telah ditangani oleh aparat berwenang.

Dua Terduga Pelaku Sudah Diamankan

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan petugas bersama Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam langsung turun ke lokasi setelah kejadian.

Dua orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial T.S. dan S.H., berhasil diamankan dan kemudian diserahkan kepada Polsek Sagulung untuk menjalani proses hukum.

“BP Batam mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kepedulian dalam menjaga aset negara. Fasilitas publik yang dibangun merupakan milik bersama dan keberadaannya harus kita rawat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Ariastuty.

Kabel Lampu Sorot Dipotong, Bukan Dicuri

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kabel yang dirusak merupakan kabel instalasi lampu sorot milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang membentang menuju bagian atas Jembatan Barelang.

BP Batam menjelaskan kabel tersebut hanya dipotong dan tidak dibawa kabur. Diduga pelaku mengira kabel tersebut berisi tembaga yang memiliki nilai jual, padahal material di dalamnya bukan tembaga.

BP Batam Perkuat Pengamanan

Meski kabel tersebut merupakan aset Kementerian PU, BP Batam memastikan tetap memperkuat pengamanan kawasan melalui Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan.

Langkah yang dilakukan antara lain meningkatkan patroli rutin serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah aksi vandalisme terhadap fasilitas publik.

Berita lainnya  Layanan Operasional Pelabuhan Internasional Batam Center Lancar

Selain itu, BP Batam telah menyampaikan laporan resmi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) atau Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.

Masyarakat Diminta Ikut Awasi Aset Negara

BP Batam juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga fasilitas umum dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak aset negara.

Menurut Ariastuty, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan serta kenyamanan kawasan Jembatan Barelang.

“Jembatan Barelang bukan hanya infrastruktur penghubung, tetapi juga simbol kemajuan Batam dan destinasi yang menjadi kebanggaan kita bersama. Karena itu, mari kita jaga dan lindungi aset ini demi kepentingan masyarakat serta generasi yang akan datang,” tutup Ariastuty.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.