September 7, 2026

Media Terpercaya

Pemko Batam Ajukan Rancangan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Jadi Rp 4,25 Triliun

3 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Kota Batam. Perubahan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas dinamika perekonomian daerah serta perkembangan pelaksanaan APBD sepanjang tahun berjalan.

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam rapat paripurna DPRD Batam yang dipimpin Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III DPRD Batam, Senin (3/8/2026).

Amsakar menjelaskan, perubahan KUA dan PPAS disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020, yang mengatur penyesuaian kebijakan anggaran apabila terjadi perubahan asumsi pendapatan, belanja maupun pembiayaan daerah.

“Perubahan KUA dan PPAS ini disusun dengan berpedoman pada Perubahan RKPD Tahun 2026 yang memuat kondisi ekonomi makro daerah, kebijakan pendapatan, belanja, pembiayaan serta strategi pencapaian pembangunan daerah,” ujar Amsakar.

Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh Hingga 7,4 Persen

Dalam dokumen perubahan KUA-PPAS, Pemko Batam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026 berada di kisaran 6,4 hingga 7,4 persen, lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan mencapai 5,4 persen.

Menurut Amsakar, optimisme tersebut didukung meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, serta meningkatnya kunjungan wisatawan yang mendorong sektor perhotelan, restoran, dan transportasi.

Selain itu, pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, dan Batam Aero Technic diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi Kota Batam.

Di sisi lain, inflasi Batam diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen, sejalan dengan target nasional.

Berita lainnya  Pemko Batam Raih Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman Republik Indonesia

Pemerintah juga akan terus memperkuat pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menjaga kelancaran distribusi barang, operasi pasar, kerja sama antardaerah, serta memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Daya Beli Masyarakat Diprediksi Meningkat

Pemko Batam memperkirakan konsumsi riil per kapita masyarakat pada 2026 meningkat menjadi Rp 20,24 juta hingga Rp 20,64 juta, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 19,94 juta.

Menurut Amsakar, peningkatan tersebut menjadi indikator membaiknya daya beli masyarakat seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kota Batam.

Untuk memperkuat pendapatan daerah, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan pengawasan perpajakan, serta sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Pendapatan Daerah Naik Menjadi Rp 4,25 Triliun

Dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah diusulkan meningkat dari Rp 4,184 triliun menjadi Rp 4,255 triliun, atau naik sekitar 1,7 persen.

Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan PAD yang diproyeksikan naik dari Rp 2,581 triliun menjadi Rp 2,706 triliun atau meningkat 4,82 persen.

Peningkatan PAD didorong oleh bertambahnya titik reklame videotron sesuai masterplan reklame Kota Batam, potensi pencairan piutang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), penambahan objek pajak baru, serta optimalisasi penerimaan opsen PKB dan BBNKB.

Sementara itu, pendapatan transfer diproyeksikan turun 3,4 persen menjadi Rp 1,548 triliun akibat penyesuaian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) serta perubahan alokasi bagi hasil pajak daerah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Belanja APBD Naik untuk Infrastruktur, Pendidikan dan Penanganan Banjir

Berita lainnya  Pemko Batam Bersama Bank Riau Kepri Teruskan Pengawasan Pajak Lewat Tipping Box

Pemko Batam juga mengusulkan kenaikan belanja daerah dari Rp 4,299 triliun menjadi Rp 4,508 triliun, atau meningkat 4,84 persen.

Amsakar mengatakan anggaran tersebut akan difokuskan pada tema pembangunan tahun 2026, yakni “Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi”, melalui lima prioritas utama.

Kelima prioritas tersebut meliputi penguatan sektor unggulan berbasis investasi dan pariwisata, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penguatan ketahanan daerah terhadap bencana.

Belanja operasi meningkat 4,45 persen menjadi Rp 3,591 triliun, sedangkan belanja modal naik 7,48 persen menjadi Rp 905,55 miliar.

Anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan, pengadaan bus sekolah, peningkatan fasilitas kesehatan, penanganan banjir, pembangunan penerangan jalan umum (PJU), pengelolaan sampah, utilitas perumahan, hingga pembangunan marka jalan.

Di sisi lain, belanja tidak terduga turun 41,13 persen menjadi Rp 11,32 miliar karena sebagian anggarannya dialihkan ke berbagai program prioritas.

Pembiayaan Daerah Naik 135 Persen

Pada sektor pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan meningkat signifikan dari Rp 115,5 miliar menjadi Rp 272,48 miliar, atau naik 135,91 persen.

Kenaikan tersebut berasal dari pelampauan pendapatan daerah, efisiensi belanja, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) BLUD, serta sisa Dana BOS.

“Seluruh perubahan ini diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah, menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan program-program prioritas dapat berjalan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat Kota Batam,” pungkas Amsakar.

More Stories

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.