September 7, 2026

Media Terpercaya

Pemko Batam Klarifikasi Pelibatan RT/RW dalam Optimalisasi Pajak Kendaraan

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Wacana pelibatan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dalam optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kota Batam menuai polemik. Rencana yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027 ini memicu pro dan kontra, baik dari masyarakat maupun perangkat lingkungan itu sendiri.

Menanggapi isu yang berkembang, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan klarifikasi tegas.

Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan bahwa wacana tersebut banyak disalahartikan oleh publik. Ia meluruskan bahwa RT/RW tidak akan ditugaskan untuk menagih pajak secara door to door ke rumah warga.

“Ini bukan penambahan objek pajak baru, melainkan intensifikasi. RT/RW hanya memainkan peran strategisnya untuk memberikan edukasi dan menyadarkan warga tentang kewajiban pajak. Nantinya, RT/RW akan merekomendasikan warganya untuk menjadi Kader Pajak,” jelas Rudi, Senin (03/08/26).

Dijelaskan Rudi, Kader Pajak inilah yang nantinya akan bermitra dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk membantu warga mengurus kendala administrasi kendaraan, seperti pemutakhiran data jual-beli yang belum dibalik nama.

Sementara untuk proses pembayaran pajak, ditegaskan Rudi, tetap dilakukan melalui loket resmi Samsat atau kanal pembayaran resmi seperti minimarket yang telah bekerja sama dengan Bapenda.

Langkah jemput bola ini, kata Rudi, terpaksa dilakukan menyusul rendahnya realisasi target Pajak Kendaraan Bermotor. Dari target sekitar Rp60–70 miliar, capaian pada semester pertama baru menyentuh angka Rp22–24 miliar.

Padahal, dana pajak tersebut sangat krusial untuk menopang berbagai program pembangunan prioritas, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, penanganan banjir, hingga program bantuan sosial untuk lansia.

Di sisi lain, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, mengungkapkan fakta berbeda di lapangan. Berdasarkan hasil resesnya di 26 titik se-Kepulauan Riau, banyak perangkat RT/RW yang menyatakan keberatan.

Berita lainnya  Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemko Batam resmi teken PKS terkait e-Monev

“Mereka (RT/RW) merasa tugas sehari-hari seperti menjaga kebersihan, gotong royong, dan keamanan lingkungan sudah cukup berat. Mereka merasa kagok dan sungkan jika harus mendata kendaraan warganya sendiri, apalagi mereka dipilih oleh warga, bukan berstatus ASN,” ungkap Ismet.

Menurut Ismet, pendekatan dengan mendatangi ranah rumah tangga warga untuk urusan pajak sangat berisiko menyinggung privasi. Ia menyarankan agar pemerintah lebih mengedepankan intensifikasi razia kendaraan di jalan raya yang dinilai lebih efektif dan tidak membebani RT/RW.

Penolakan juga datang langsung dari warga. Irfan, salah seorang warga Bengkong yang menjadi pendengar program tersebut, menyuarakan keengganannya membayar pajak bukan karena tidak patuh, melainkan akibat krisis kepercayaan terkait isu korupsi pengelolaan pajak di tingkat nasional.

Menanggapi hal itu, Ismet Abdullah berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat untuk mencari solusi pemulihan kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak negara.

Selain isu pajak, Ismet juga menyoroti berbagai persoalan mendesak lain yang ia serap selama reses, seperti mahalnya harga sembako, buruknya konektivitas antar-pulau yang memaksa pasien sakit menempuh perjalanan laut puluhan jam untuk dirujuk, serta pemadaman listrik parah di luar wilayah Batam.

Saat ini, DPD RI terus mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan menjadi Undang-Undang. Aturan ini diharapkan mampu memberikan porsi Dana Alokasi Khusus yang lebih besar dari negara untuk memperbaiki taraf hidup, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur bagi jutaan masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan.(*)

More Stories

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.