September 8, 2026

Media Terpercaya

Polisi Razia Kampung Aceh Batam, 88 Orang Positif Narkoba

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri), TNI dan Satpol-PP merazia Kampung Aceh, Sei Beduk, Batam. Dalam operasi itu polisi mengamankan 92 orang serta sejumlah alat hisap sabu dan senjata tajam.

Dalam pantauan detikSumut di lokasi, terlihat polisi bersama TNI dan Satpol PP menyisir Kampung Aceh, Sei Beduk sejak pukul 09.00 WIB. Razia tersebut dilakukan secara berkelompok untuk menyisir area tersebut.

Dari hasil penelusuran tim gabungan, beberapa pria dan wanita tampak diamankan oleh polisi. Sejumlah alat hisap sabu (bong) dan senjata tajam juga ikut diamankan.

Dirresnarkoba Polda Kepri, AKBP Anggoro Wicaksono mengatakan dalam operasi itu sebanyak 92 orang diamankan. Mereka diamankan karena positif konsumsi narkoba jenis sabu.

“Jadi keseluruhan jumlah yang diamankan total 92 orang, 88 orang dinyatakan positif pengguna dari hasil tes yang kami lakukan. Sisanya sebanyak 4 orang pemilik alat hisap sabu. Dari 88 ini, 22 orang perempuan dan 66 orang laki-laki,” kata Anggoro, Kamis(7/11/2024).

Anggoro mengatakan kegiatan razia yang dilakukan bersama tim gabungan itu merupakan tindak lanjut dari program 100 hari Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo dan Gibran. Ia menyebut penindakan yang dilakukan ini merupakan langkah awal pemberantasan narkoba di lokasi tersebut.

“Kegiatan ini tindak lanjut dari program 100 hari Presiden Prabowo. Asta cipta yang mana salah satunya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Ini bukti nyata kami tim gabungan untuk melakukan penindakan di lokasi ini,” ujarnya.

“Ini langkah awal, nanti ke depan akan melakukan hal yang sama. Kita akan jadikan lingkungan ini menjadi kampung sehat madani,” tambahnya.

Puluhan orang dan puluhan barang bukti yang diamankan itu akan dibawa ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan itu untuk mendalami asal narkoba yang dipakai para pelaku.

Berita lainnya  Kadinsos Batam Usut Agen BRILink yang diduga Kuasai Kartu Bansos Warga Bulang Lintang

“Untuk barang bukti seperti yang rekan-rekan lihat ada bong sisa pakai, kemudian termasuk barang bukti sabu sisa pakai. Nantinya mereka ini akan kita bawa ke polda untuk ditindaklanjuti dan didata kemudian didalami untuk Penyelidikan lebih lanjut terkait latar belakang dan sebagainya,” ujarnya.

Anggoro menjelaskan bahwa dalam razia ini, beberapa warga yang diamankan menggunakan modus dengan menggembok atau mengunci pintu dari luar. Ketika diperiksa, mereka ditemukan di dalam kamar. Polisi menduga puluhan orang yang diamankan ini baru beberapa jam mengonsumsi sabu.

“Sebagian besar yang diamankan baru selesai pakai, mungkin tadi malam atau beberapa jam sebelumnya,” ujarnya

Disinggung soal beberapa gubuk yang dirobohkan petugas gabungan, Anggoro menyebut lokasi itu diindikasi sebagai lokasi pemakaian sabu. Pada lokasi itu ditentukan beberapa plastik yang diduga membungkus narkoba jenis sabu.

“Ada beberapa rumah digeledah. Ada juga beberapa tempat yang dirobohkan. Diduga itu tempat untuk pakai narkoba dan penjualan (loker) ini masih didalami,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.