September 7, 2026

Media Terpercaya

UT Batam Wisuda 804 Orang, Mencetak Generasi Inovatif dan  Berintegritas

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Sebanyak 804 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Batam resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam, Sabtu (29/8/2026).

Prosesi wisuda mengusung tema Mencetak Generasi Inovatif, Berintegritas dan Mendunia. Para lulusan didorong tidak sekadar membawa pulang gelar akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu, menjaga integritas, dan berani menciptakan inovasi di tengah masyarakat.

Direktur UT Batam, Dr. Pismia Sylvi, mengatakan, para lulusan memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik almamater setelah menyelesaikan pendidikan. Integritas dan kualitas lulusan harus tercermin dalam sikap maupun pengabdian mereka di lingkungan masing-masing.

“Dimanapun saudara berada, tunjukkan kualitas UT, jangan memalukan almamater dan tunjukkan integritas kepada masyarakat,” pesan Pismia kepada para wisudawan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam terhadap pengembangan pendidikan UT di daerah.

Sementara itu, perwakilan wisudawan, Tino, menyampaikan apresiasi kepada dosen, tutor, dan jajaran staf UT yang telah mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Menurut dia, proses pendidikan di UT tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk disiplin dan kemandirian. Hal itu menjadi bekal penting bagi lulusan untuk melanjutkan perjalanan setelah wisuda.

“Dosen, tutor, dan jajaran staf telah menyediakan ruang untuk mewujudkan mimpi kami yang tertunda. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga disiplin diri dan kemandirian,” ujarnya.

Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., mengingatkan para wisudawan bahwa prosesi pengukuhan bukan akhir dari perjalanan pendidikan.

Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi lulusan untuk membuktikan kemampuan sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah dalam kehidupan nyata.

Berita lainnya  Hetty Koes Endang Hibur Masyarakat Batam

Paken menempatkan integritas sebagai salah satu bekal utama lulusan UT. Menurut dia, integritas harus dimulai dari kejujuran karena sikap tersebut menjadi dasar untuk membangun kepercayaan dari kolega, pimpinan, maupun masyarakat.

Integritas juga harus terlihat dari kesesuaian antara ucapan dan tindakan. Para lulusan diminta tidak berhenti pada pemahaman mengenai nilai-nilai kebaikan, tetapi mampu menerapkannya dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

“Junjung tinggi etika profesi,” tegas Paken.

Pesan tersebut, kata dia, berlaku bagi lulusan yang bekerja sebagai guru, TNI, Polri maupun profesi lainnya. Pendidikan dan keahlian harus berjalan seiring dengan tanggung jawab serta etika dalam menjalankan pekerjaan.

Selain integritas, Paken mendorong lulusan berani berinovasi. Perubahan, menurut dia, membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Para lulusan pun diharapkan tidak mudah menyerah ketika memasuki dunia kerja maupun terjun ke tengah masyarakat.

Dengan bekal ilmu, disiplin, kemandirian, integritas, dan keberanian berinovasi, 804 lulusan UT Batam diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus membawa nama baik almamater.

Wisuda tersebut menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga modal untuk berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.