September 8, 2026

Media Terpercaya

Perusahaan Amerika Investasi Pembuatan Panel Surya Rp1 Triliun di Batam

2 min read

Nusantaratoday.com, Batam ||  Perusahaan asal Amerika Serikat telah menyepakati investasi untuk sektor energi baru dan terbarukan di Pulau Batam dengan nilai Rp1 triliun.

Investasi itu dikucurkan oleh Atelier Solar Indonesia, yang akan menempati lahan seluas 2 hektare (ha) di Kawasan Industri Wiraraja, Punggur, Batam.

Ketua Kadin Kepri, Achmad Makruf Maulana mengatakan Atelier merupakan perusahaan EBT ketujuh, yang telah mereka gandeng masuk ke Batam. Peresmiannya akan dilakukan awal 2024.

“Sebelumnya sudah ada 5 perusahaan yang kemarin diresmikan Pak Menko Airlangga. Sekarang kami datangkan Atelier. Kami berharap dengan masuknya investasi EBT di Batam, akan mampu menjadikan Kepri sebagai pusat EBT terbesar di Asia Tenggara, ” kata Makruf, Minggu (15/10/2023) di Batam Centre.

Untuk tahap awal, Atalier akan menggunakan lahan seluas 2 ha di Wiraraja. Kedepannya akan berekspansi usaha dengan menambah lahan seluas 3 ha di tempat yang sama.

“Atelier ini memproduksi komponen solar panel dan baterai. Untuk tahap awal, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 525 orang, ” paparnya.

Sebelumnya, Kadin Kepri telah menarik investor dari China, Amerika, Jepang dan Singapura untuk berinvestasi di sektor EBT di Batam.

Perusahaan-perusahaan EBT tersebut antara lain, PT Jaya Electrical Energy, Marubeni Global Indonesia, Wiraraja Yunan International, Apolo Solar Indonesia, Alpha Solar dan Tynergi Technology Indonesia.

Untuk tahap awal, realisasi investasi EBT telah terpenuhi. Adapun total investasi dari 6 perusahaan EBT tersebut di Batam mencapai US$800 juta atau setara dengan Rp12 triliun.

Bahkan, Marubeni Global Indonesia (MGI) juga berstatus sebagai Program Strategis Negara (PSN).

PT MGI ini merupakan konsorsium dari Amerika Serikat dan Taiwan, yang menanamkan modalnya di Wiraraja sebesar Rp 87 triliun.

Berita lainnya  PT. SBS Tegaskan Lahan 1.000 M2 Memiliki Izin Legalitas Dari BP Batam, Klaim Warga Dinilai Tanpa Dasar Hukum

PT MGI ini juga menjadi salah satu dari 6 perusahaan energi baru dan terbarukan, yang masuk ke Wiraraja dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Juni 2023 lalu. Sebelum diresmikan, MGI sudah berstatus sebagai PSN sejak April 2023.

“Saat ini, perusahaan tersebut tengah mengurus perizinan. Keuntungan menjadi PSN ini yakni pengurusan perizinannya menjadi prioritas pemerintah pusat, sehingga akan dipermudah,” ungkapnya.

Tahapan perizinan yang saat ini dilalui sudah mencapai tahap akhir, mulai dari izin kelistrikan, izin usaha, dan kesiapan lahan dari kementerian dan lembaga terkait. Lalu setelah itu, proses pembangunannya akan dimulai tahun 2024.

“Kita berharap pemerintah memberi sama-sama ruang kepada perusahaan PSN ini, dan dengan masuknya persahaan besar ini, maka investasi di Kepri akan tumbuh bersama-sama dan berkembang bersama-sama, dan berangkulan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : sumaterabisnis.com
Editor : ps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.