September 8, 2026

Media Terpercaya

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Batik Air Malaysia Mulai Beroperasi di Bandara Hang Nadim Batam

3 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Batik Air Malaysia secara resmi membuka penerbangan perdananya di Bandara Internasional Hang Nadim, dengan rute tujuan Batam – Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur – Batam. Pembukaan rute baru ini, secara dilaunching dalam Inagurasi Ceremonial yang dilaksanakan di Bandara Internasional Hang Nadim, Sabtu (17/2/2024).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan beroperasinya pesawat Batik Air Malaysia ini untuk memudahkan akses transportasi dalam upaya melayani masyarakat Kota Batam dan Malaysia yang ingin berkunjung ke Kota Batam atau sebaliknya.

Sebab, penerbangan perdana komersial maskapai Batik Air Malaysia ini tentunya bisa mendorong peningkatan perekonomian Kota Batam.

“Jadi tugas saya sebagai Kepala BP Batam dan Walikota Batam, bagaimana mengembangkan investasi melalui sektor pariwisata untuk membangun ekonomi Kota Batam. Sektor pariwisata ini akan hidup apabila ada kunjungan kesini,” ujar Muhammad Rudi.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Batam, dalam beberapa tahun terakhir baik itu BP Batam maupun Pemko Batam telah memfokuskan dalam penyiapan fasilitas yang dapat mendukung sektor pariwisata ini. Salah satunya adalah Bandara Internasional Hang Nadim yang telah dikerjasamakan dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB).

PT BIB sebagai pengelola (desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan) diberikan tugas untuk membangun Bandara Internasional Hang Nadim sebagai pintu masuk Kota Batam. Termasuk pembangunan infrastruktur di Kota Batam yang saat ini terus berjalan.

Hal ini dengan tujuan, agar ada kesan yang nyaman dan aman bagi wisatawan yang baru datang ke Kota Batam.

“Dengan demikian, tentunya akan membuat orang bergairah datang ke Kota Batam. Maka Kota Batam juga kita bangun supaya penerbangan yang dibuka hari ini tidak berhenti. Namun terus bertambah,” tuturnya.

Berita lainnya  Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra Sidak Lokasi Penimbunan Sungai Permata Baloi

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur Kota Batam ini tidak akan berhenti. Bersama dengan Forkopimda Kota Batam, Muhammad Rudi akan terus mencoba untuk mengadopsi pembangunan-pembangunan di daerah lain, khususnya daerah yang menjadi kota tujuan pariwisata untuk dilakukan juga di Kota Batam.

“Mudah-mudahan suatu waktu nanti, tidak hanya dari Malaysia dan Korea. Tapi juga ada penerbangan dari Thailand dan negara lain. Artinya akan banyak penerbangan luar kesini, itu yang kita harapkan nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, pembukaan rute baru ke Malaysia ini merupakan pembukaan penerbangan internasional kedua setelah sebelumnya dibuka penerbangan dengan tujuan Kunming, China. Ia mengatakan, pembukaan rute ke Kuala Lumpur ini juga menghubungkan ke negara-negara lainnya.

“Semua terhubung dengan pembukaan ini. Kalau kemarin hanya menghubungkan antara Kota Batam dan Kunming saja. Tapi ini menghubungkan ke seluruh dunia,” katanya.

Pembukaan rute perdana ini katanya, merupakan komitmen dari PT BIB dalam meneruskan arahan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi untuk terus membuka penerbangan rute internasional. Ia berharap, setiap bulannya akan ada satu pembukaan penerbangan rute internasional yang dilayani di Bandara Internasional Hang Nadim.

Untuk rute ke Kuala Lumpur ini, akan dilayani dalam tiga hari seminggu. Untuk penerbangan dari Batam – Kuala Lumpur, akan dilayani pada Senin, Rabu dan Sabtu pukul 13.15. Sementara dari Kuala Lumpur – Batam, akan dilayani pada hari Selasa, Jumat dan Minggu pada pukul 16.10.

“Tahap pertama ini tiga kali seminggu karena penjajakan pasar. Kita melihat animo masyarakat seperti apa, nanti akan meningkat setiap hari dan akan meningkat terus,” katanya.

Ia menambahkan, dalam penerbangan perdana ini akan ada 162 penumpang yang akan berangkat dari Batam menuju Kuala Lumpur. Sementara untuk yang datang ke Kota Batam dari Kuala Lumpur, ada 114 penumpang.

Berita lainnya  POLDA KEPRI GELAR PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSI TEKNIS KEHUMASAN T.A 2023

“Untuk tiket, ini sekarang banyak promo yang dilakukan oleh Batik Air Malaysia. Bisa dilihat di website dan sebagainya,” imbuh Fikri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.