September 7, 2026

Media Terpercaya

Seminar Teknologi AI Pemuda Katolik, Membangun Masa Depan dengan Teknologi Canggih

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net
Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepri sukses mengelar Seminar Teknologi AI dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten dibidang AI dan teknologi digital. Sabtu, 21 Desember 2024.

Seminar yang dilaksanakan pemuda Katolik ini bekerjasama dengan Kampus Indo Baru dan yayasan Yos Sudarso yang diselenggarakan di Ballroom SMA Yos Sudarso Batam center ini, mengangkat tema AI dan Transformasi Masyarakat Peran Pemuda di Era Digital.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Vandarones Purba, ST., SH., MH., Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepri, seminar ini salah satu bentuk peran Pemuda Katolik menunjukkan perannya dalam membangun masa depan di Era Digital saat ini.

Sebagaimana diketahui, AI bukan hanya teknologi masa depan, akan tetapi menjadi sebuah kunci untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.

Dalam hal tersebut, Pemuda Katolik memastikan teknologi AI digunakan secara etis, mengintregrasikan AI dengan sumber daya manusia tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan, mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi transpormasi teknologi.

Dihadiri oleh 200 an peserta yakni dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pengusaha, dan profesional, dan juga siswa/i SMA, SMK dari berbagai sekolah.

Adapun tujuan seminar ini untuk memberikan pemahaman mendalam tentang potensi dan dampak AI, baik dari teknis, ekonomi, maupun sosial.

Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi salah satu meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperluas pengetahuan tentang peran AI dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan mengupas tuntas tentang Teknologi AI ini, yakni; Riki Cipto Simanjuntak, S.Kom., selaku ahli pranata komputer ahli pertama di Diskominfo Pemprov Kepri, menyampaikan pemahaman teknologi digital dan peran pemerintah Pemprov Kepri membangun pemuda Kepri cakap digital.

Berita lainnya  PT. SBS Tegaskan Lahan 1.000 M2 Memiliki Izin Legalitas Dari BP Batam, Klaim Warga Dinilai Tanpa Dasar Hukum

Heryenzus, S.Kom., M.Si., selaku kepala lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, akademisi dan dosen di kampus Indobaru Nasional juga memaparkan terkait masa depan pendidikan dengan AI di Indonesia.

Arifian Saputra, ST., seorang technical mentor untuk program IBM academi: advanced AI di infinite learning yang berfokus pada kecerdasan buatan, data, sains dan pembelajaran mesin serta front-end web developer dan linux system administrator.

Halri Simarmata, S.Kom., selaku pendidik (guru) di SMA Yos Sudarso dan/atau pengguna AI di era digital juga memaparkan pengalamannya selaku pengguna teknologi AI.

Dengan gaya smart, santai dan elegan seluruh narasumber menyampaikan materinya masing-masing. Seminar berjalan dengan lancar yang dipandu oleh moderator, Suali, SE., SM., yang juga merupakan dosen kampus Indobaru Nasional ini.

Tampak seluruh peserta seminar antusias mendengarkan penjelasan para narasumber.

Dengan terlaksana seminar ini diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya teknologi AI, baik secara positif dan negatif dan seminar ini mampu memotivasi peserta untuk mengembangkan kemampuan terkait teknologi AI. | Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.