September 7, 2026

Media Terpercaya

Persiapan Pelatda 2025, KONI Jakarta Gelar Rakor Bersama Cabor

2 min read

Jakarta, Nusantaratoday.com – KONI Jakarta terus bergerak usai pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024, KONI bersama seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) menggelar konsolidasi.

Rapat Koordinasi (Rakor) KONI Jakarta 2024 dalam rangka persiapan pelatda tahun 2025 menuju PON XXII/2028 ini digelar di Hotel Sunlake di Danau Permai Raya, Jakarta Utara, Sabtu (21/12/2024).

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Hendra Eka Permana, Ketua Umum KONI Jakarta Hidayat Humaid dan jajaran pengurus serta para cabor.

Rakor bertujuan untuk mematangkan strategi dan program pembinaan atlet prestasi yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT.

Ketua Umum KONI Jakarta Hidayat Humaid menekankan pentingnya sinergi antara KONI, cabor, pelatih dan atlet untuk fokus pada peningkatan prestasi Jakarta.

“Pelatda 2025 adalah langkah awal yang menentukan. Dengan persiapan matang, saya yakin kita dapat menghasilkan atlet-atlet terbaik yang siap bersaing di PON 2028,” ujar Hidayat saat membuka Rakor.

Adapun fokus utama dalam konsolidasi ini, yaitu adanya perencanaan program pelatda, seleksi dan pembinaan atlet potensial, penguatan fasilitas dan infrastruktur dan perkuat kolaborasi dengan Pemprov Jakarta, DPRD DKI, Dispora, BUMD dan pihak Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan dan prestasi atlet Jakarta.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum I KONI Jakarta Aldwin Rahadian berharap, rakor menjadi momentum untuk memperkuat soliditas KONI, para cabor, pelatih dan aspel untuk menghadapi PON 2028.

“Dengan kerja sama yang erat dan pembinaan atlet yang maksimal, KONI optimis dapat mempertahankan posisi Jakarta sebagai salah satu provinsi terdepan dalam dunia olahraga nasional,” ungkapnya.

Disisi lain, Sekum KONI Jakarta Aminullah menjelaskan bahwa program Pelatda 2025 akan dirancang untuk mencakup pelatihan intensif, kompetisi uji coba dan peningkatan mental juara.

Berita lainnya  KA BNN RI KUNJUNGI POLDA KEPRI, PERKUAT SINERGI PEMBERANTASAN NARKOTIKA

“Targetnya bukan hanya medali, tetapi bagaimana membentuk atlet yang tangguh dan konsisten dalam meraih prestasi mendatang,” jelasnya.

Kabid Organisasi KONI Jakarta Muhamad Ied selaku Ketua Panpel Rakor KONI Jakarta 2024 menegaskan bahwa Kegiatan Rakor KONI sebagai media konsolidasi seluruh Cabor dalam menghadapi PON XXII/2028.

“Rakor KONI Jakarta ini, sebagai media konsolidasi seluruh Cabor dalam menghadapi PON XXII/2028 untuk meraih Juara Umum,” tegas Muhamad Ied yang juga aktif sebagai Sekretaris DPD PJS (Pro Jurnalismedia Siber) Provinsi Jakarta.##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.