September 7, 2026

Media Terpercaya

PT.PLN Batam Mulai Membangun PLTGU Batam Berkapasitas 120 MW

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – PT PLN Batam resmi memulai tahapan penting konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam #1 berkapasitas 120 MW yang ditandai dengan seremoni first piling pada 28 Januari 2026. Proyek strategis ini diharapkan memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Batam.

Kegiatan first piling tersebut dihadiri jajaran manajemen PT PLN Batam dan para pemangku kepentingan terkait, di antaranya Komisaris PT PLN Batam Usep RS, Direktur Operasi PT PLN Batam Dinda Alamsyah, Vice President Manajemen Proyek PT PLN Batam Untung Budi Widodo, serta General Manager Divisi EPC PT PP (Persero) Tbk Anjangsono.

Turut hadir Project Manager JO PTPP–Atamora–SPS Muhammad Ali, Direktur Utama PT Pratama Widya selaku subkontraktor pemancangan Andreas Widatama, serta unsur sosial masyarakat melalui kehadiran Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Askhabul Yamin, Asep Yaya.Direktur Operasi PT PLN Batam, Dinda Alamsyah, menyampaikan bahwa seremoni first piling ini menjadi penanda dimulainya babak baru pembangunan PLTGU Batam #1 yang ditargetkan selesai pada Maret 2028.“Hari ini kita bersama-sama memulai tahapan first piling Proyek PLTGU Batam #1.

Mari kita berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh pekerjaan proyek ini dapat berjalan lancar sesuai harapan,” ujar Dinda.Menurutnya, PLTGU Batam #1 merupakan bagian dari strategi PLN Batam menjawab pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan industri, bisnis, dan jasa.“Demand kelistrikan di Batam sangat luar biasa.

Dengan hadirnya PLTGU Batam #1, sistem kelistrikan Batam akan semakin kuat, andal, dan mampu mendukung peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

General Manager Divisi EPC PT PP (Persero) Tbk, Anjangsono, menegaskan bahwa seremoni first piling menandai dimulainya fase konstruksi yang krusial bagi kelanjutan proyek.“Saat ini kita memasuki babak baru pemancangan yang ditandai dengan seremoni hari ini. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Batam,” ujarnya.

Berita lainnya  Polda Kepri Jalin Sinergi Bersama Bright PLN Batam

Ia menambahkan, seluruh kegiatan konstruksi akan dijalankan dengan mengedepankan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama di lapangan.“Kami berkomitmen untuk menjalankan proyek ini dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap tahapan pelaksanaan,” tegasnya.

Melalui pembangunan PLTGU Batam #1 berkapasitas 120 MW ini, PLN Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan, mendorong iklim investasi yang kondusif, serta memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.